Jumat, 16 November 2018

Suharto, Sopir Taksi Online Bekasi Korban Pembunuhan di Sumedang

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bekasi -  Seorang warga Kota Bekasi, Suharto alias Alex, 31 tahun, yang berprofesi sebagai sopir taksi online ditemukan tewas di daerah Sumedang, Jawa Barat. Suharto diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan. Jasadnya ditemukan oleh warga di semak-semak lahan milik Perhutani pada Selasa pagi, 30 Juli 2018.

    Baca juga: Benarkah Foto Kali Item Jernih di Era Ahok? Ini Kata Lurah Sunter

    Keluarga korban di Perumahan Depsos, Bulak Kapal, Bekasi Timur mengaku terkejut mendapatkan kabar dari keluarganya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, bahwa Suharto tewas. "Keluarga langsung menjemput jenazah ke sana," kata mertua Suharto, Indrawan, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Polisi menghubungi keluarga di Cempaka Putih setelah identitas Suharto terungkap melalui sidik jari. Sebelum diberi tahu polisi, ujar Indrawan, kawan Suharto, Kamil, mengabarkan kalau menantunya sedang ada masalah di daerah Pamanukan, Subang pada Senin malam.

    Suharto, ujar dia, sempat mengirimkan lokasi melalui pesan whatsapp. "Tak lama kemudian dikontak sudah tidak nyambung," kata Indrawan.

    Rupanya pada Selasa pagi, jasad Suharto ditemukan di semak-semak sebuah kebun milik PT. Perhutani. Keluarga menduga Suharto menjadi korban perampokan disertai pembunuhan. Sebabnya, mobil Dauhatsu Xenia, serta harta bendanya tak ditemukan di lokasi kejadian. "Kami berharap pelakunya segera ditangkap," ujar dia.

    Indrawan menambahkan, jenazah Suharto sudah dimakamkan keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

    Sejumlah keluarga sudah diperiksa oleh penyidik kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan pembunuhan tersebut. "Proses hukum kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian," ujar Indrawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.