Fahri Hamzah Tanggapi Kasus Video Luna Maya Muncul Lagi, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luna Maya. instagram.com

    Luna Maya. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengutarakan pandangannya dalam praperadilan kasus video Luna Maya. Menurut Fahri, dosa yang paling besar ditanggung oleh si oknum penyebar video.

    "Para penyebar itu yang membuat publik termasuk anak-anak tahu. Jadi, hukuman terberat harus pada penyebar," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 3 Agustus 2018.

    Baca: Luna Maya Akui Kasus Video Porno Sempat Membuatnya Depresi

    Fahri Hamzah juga mengatakan bahwa sebagai orang beragama, orang hendaknya tahu bahwa seluruh perbuatan termasuk dosa selalu dikalkulasi oleh Tuhan. Sungguh pun demikian, Fahri mengatakan dalam kaitan dosa ada batas antara wilayah Tuhan dan wilayah negara.

    "Kalau wilayah Tuhan dibongkar di ruang publik, rusak kita," tutur Fahri lagi.

    Fahri Hamzah menjelaskan, privasi-privasi individu seyogianya menjadi wilayah dari agama. "Itulah kenapa saya anti-penyadapan dan anti-pencurian data personal termasuk di social media dan sebagainya. Jadi, menurut saya, yang paling banyak dosanya dan harus dihukum seberat-beratnya adalah orang yang mengumbar aib orang lain," ucapnya.

    Simak:
    Begini KASN Akan Laporkan Anies ke Jokowi jika Tidak Taati Rekomendasi

    Kasus video porno yang menjerat tiga selebritas, yaitu Ariel 'Noah', Luna Maya, dan Cut Tari, sebenarnya telah terjadi 2010. Namun belakangan muncul sebuah lembaga yang menggugat kelanjutan dari kasus tersebut dengan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta.

    Alasan penggugat, kasus video Luna Maya dan dua selebritas lain ini seperti jalan di tempat. Mereka ingin agar terdapat suatu kepastian hukum untuk seluruh lapisan masyarakat.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.