Kamis, 20 September 2018

Massa Bubar Usai Pendaftaran Capres, Jalan Imam Bonjol Dibuka

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    Pasangan capres - cawapres, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat mendaftar di gedung KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya kembali membuka Jalan Imam Bonjol pada pukul 15.20 usai pendaftaran capres di KPU. Sebelumnya polisi memberlakukan penutupan jalan tersebut karena massa pendukung Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga ikut mengantar para calon.

    Baca: Hari Terakhir Pendaftaran Capres, Lalu Lintas di Depan KPU Padat

    "Kami minta kerja samanya, massa harap membubarkan diri karena pendaftaran telah selesai," ujar Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu, Jumat, 10 Agustus 2018.

    Sejak pukul 09.00 tadi, ratusan orang telah memadati jalan di depan KPU. Massa tersebut terdiri dari dua kelompok, yakni pendukung Joko Widodo dan pendukung Prabowo Subianto. 

    Massa memadati jalan yang tepat berada di seberang KPU. Mereka terlihat datang dengan membawa spanduk dan bendera menunggu jagoannya masing-masing datang ke KPU. Ratusan polisi dan TNI terlihat bersiaga di depan pintu masuk KPU tersebut.

    Baca: Sebelum Pendaftaran Capres, Sandiaga Uno Laksanakan Tugas Terakhir dari Anies Baswedan

    Roma mengatakan polisi telah menyediakan ruang di jalan bagi para pendukung menunggu capres dan cawapres. Para pendukung tidak diperkenankan untuk ikut masuk ke dalam KPU saat para pendaftar datang. 

    "Setelah yang didukung selesai mendaftar, saya harap masa segera membubarkan diri. Bergantian dengan massa pendukung selanjutnya," ujar Roma.

    Terlihat pada pukul 15.20, ratusan massa secara tertib mulai meninggalkan lokasi pendaftaran capres. Saat membubarkan diri, terlihat massa juga memunguti sampah sisa orasi mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.