Jumat, 21 September 2018

Tarif 17 Rusunawa di Jakarta Naik Serentak Karena ...

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban penggusuran waduk ria rio membawa perabotan miliknya dengan menggunakan truk, saat akan dimasukkan kedalam rusunawa Jatinegara kaum, Jakarta, 17 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga korban penggusuran waduk ria rio membawa perabotan miliknya dengan menggunakan truk, saat akan dimasukkan kedalam rusunawa Jatinegara kaum, Jakarta, 17 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Meli Budiastuti, menerangkan alasan di balik kenaikan tarif rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Kenaikan berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan.

    Baca:
    Anies Baswedan Naikkan Tarif Rusunawa di Jakarta

    Meli menyebutkan, tarif rusunawa belum pernah naik sejak ditetapkan 2012 silam. Padahal, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah, dia menambahkan, tarif itu disesuaikan paling lama tiga tahun sekali.

    Berdasarkan aturan itu penyesuaian semestinya dilakukan pada 2014-2015. Tapi itu tidak dilakukan karena Pemerintah DKI Jakarta disebutkanya tengah gencar merelokasi warga terkait penertiban sejumlah sarana dan prasarana kota.

    "Jadi warga relokasi banyak ditampung di beberapa rusun baru yang kami bangun saat itu dengan tarif yang sama pada 2012," kata Meli, Selasa 14 Agustus 2018.

    Meli menuturkan, evaluasi atau kenaikan tarif yang kini dilakukan pun mengikuti aturan dalam perda, yakni dengan memperhatikan indeks harga dan perkembangan perekonomian. Dalam perda itu juga disebut bahwa penetapan tarif retribusi dilakukan sesuai dengan peraturan gubernur.

    Baca:
    Lokasinya Strategis, Harga Sewa Rusunawa di Tanah Abang Direvisi

    Penyebab lain yang mendorong Pemerintah DKI menaikkan tarif rusunawa adalah adanya pembangunan rusun baru yang ditargetkan siap dihuni tahun ini. Target telah ditetapkan untuk membangun 14.564 unit rusun dalam lima tahun ke depan.

    Rusun-rusun baru tersebut, kata Meli, belum memiliki tarif dalam Perda Nomor 3 Tahun 2012. "Maka itu kami melakukan penyesuaian tarif terhadap Perda Nomor 3 Tahun 2012 yang seharusnya tiga tahun sekali, ini kan sampai 2018 belum pernah dievaluasi dengan pertimbangan eskalasi hanya tiga persen setiap tahun," kata Meli menjelaskan.

    Menurut Meli, ketentuan itu bisa saja dibuat dalam revisi Perda Nomor 3 Tahun 2012. Namun, hal itu terkendala waktu. “(Menyusun) Perda tahu sendiri kan agak lama bisa satu sampai dua tahun,” kata Meli.

    Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan, kenaikan tarif berlaku di seluruh 17 rusunawa di ibu kota. Kenaikan berlaku per Juni 2018 untuk seluruh penghuni, baik warga umum maupun terprogram.

    Baca:
    Pembangunan Tiga Rusunawa di Jakarta Dibatalkan Tahun Ini

    Mereka adalah Rusunawa Sukapura, Rusunawa Penjaringan, Rusunawa Tambora IV, Rusunawa Tambora III, Rusunawa Flamboyan/Bulan Wadon, Rusunawa Cipinang Muara, Rusunawa Pulo Jahe, Rusunawa Tipar Cakung, Rusunawa Tambora I, Rusunawa Pondok Bambu, Rusunawa Jatirawasari, Rusunawa Karanganyar, Rusunawa Marunda, Rusunawa Kapuk Muara, Rusunawa Cakung Barat, Rusunawa Pinus Elok, dan Rusunawa Pulo Gebang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.