Jumat, 14 Desember 2018

Pembangunan Tiga Rusun di DKI Tahun Ini Dibatalkan

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas penghuni Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara kini mulai menempati rumah susun (rusun) Rawa Bebek, di Cakung, Jakarta,  6 September 2017. Warga telah empat bulan merasakan tinggal di rusun. TEMPO/Subekti.

    Bekas penghuni Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara kini mulai menempati rumah susun (rusun) Rawa Bebek, di Cakung, Jakarta, 6 September 2017. Warga telah empat bulan merasakan tinggal di rusun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta membatalkan rencana pembangunan tiga rumah susun atau rusun. Ketiganya adalah Rusun Ujung Menteng dengan nilai anggaran Rp 361 miliar, PIK Pulogadung Rp 188 miliar,  dan revitalisasi Rusun Karang Anyar Rp 162 miliar.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan DKI Meli Budiastuti menjelaskan pembatalan itu dilakukan karena pembangunan ketiga rumah susun itu tidak bisa dilakukan dalam sistem single year, yakni dalam APBD 2018. "Harus multiyears," kata Meli usai rapat dengan rapat Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Baca: Lokasinya Strategis, Harga Sewa Rusun di Tanah Abang Direvisi

    "Ditambah satu lokasi ada revitalisasi, jadi harus memindahkan dulu masyarakatnya, lalu bangunan lama harus dilelang untuk penghapusan asetnya. Jelas tidak memungkinkan waktunya bila single year," kata Meli.

    Meli mengatakan, usulan pembangunan tiga rumah susun dengan sistem multi years telah disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta. Tapi, usulan itu tidak disetujui. "Kita usulkan lagi 2019-2020," kata Meli.

    Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria mengatakan dengan adanya pembatalan itu berarti tahun ini tidak akan ada pembangunan rusun baru. Selain itu, pembatalan juga berimbas pada nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). "Itu hampir 1 triliun akan menjadi SILPAa, kan gak karuan," kata kader Partai Gerindra itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.