Minggu, 18 November 2018

Bikin 4 Atlet Jepang Dipulangkan, Begini Prostitusi di Blok M

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kawasan Melawai, Blok M. Dok TEMPO

    Ilustrasi kawasan Melawai, Blok M. Dok TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Harmawan, menduga empat atlet Jepang untuk Asian Games 2018 menyewa pekerja seks di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, secara online. Sebab, ia mengklaim saat ini Blok M atau kawasan Little Tokyo yang ada di dalamnya tak lagi ditemui praktik prostitusi yang menjajakan diri secara terang-terangan.

    Baca berita sebelumnya:
    4 Atlet Jepang Diduga Sewa Prostitusi Online
    Satpol PP Razia PSK yang Bikin 4 Atlet Jepang Dipulangkan

    “Sulit mengetahui mana yang PSK dan yang bukan di kawasan Blok M,” ujar Ujang saat dihubungi Selasa, 21 Agustus 2018.

    Ujang mengatakan di kawasan Blok M, khususnya sekitar Little Tokyo, ada banyak tempat hiburan malam. Sehingga, jika ada perempuan berpakaian seksi bukan berarti dia pekerja seks komersial. Oleh sebab itu, Ujang menduga empat atlet Jepang dari cabang olahraga basket dan kini telah dipulangkan ke negaranya itu memesan jasa prostitusi secara online.

    Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko menduga yang sama. Dengan memesan secara online, Yani mengatakan petugas kesulitan untuk mengantisipasi hal tersebut. “Mereka juga membaur dengan pengunjung kawasan Blok M sehingga susah membedakan mana yang PSK dan yang bukan,” ujar Yani. 

    Keempat atlet basket itu telah langsung dipulangkan ke negaranya dengan alasan melanggar disiplin. Mereka adalah Takuya Hashimoto, Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura. "Ini merupakan pelanggaran disiplin dan saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Jepang dan semua yang mendukung kami,” kata ketua delegasi Jepang untuk Asian Games 2018, Yasuhiro Yamashita.

    Baca juga:
    Griya Pijat Tak Berizin, Terapis Layani Prostitusi Terselubung?

    Pelanggaran disiplin itu terjadi pada16 Agustus 2018 setelah keempat atlet Jepang itu meninggalkan perkampungan atlet untuk makan di restoran Jepang. Namun mereka tidak kembali melainkan bermalam dengan pekerja seks di sebuah hotel hingga pagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.