Fahri Hamzah vs Sohibul Iman, Besok Polisi Periksa Presiden PKS

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman (kanan) bersama Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan (kiri) berbicara kepada awak media di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

TEMPO.CO, Jakarta -Polisi berencana kembali memeriksa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman terkait laporan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang dilayangkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah beberapa waktu lalu.

“Iya rencananya memang besok akan dimintai keterangan kembali oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya pada Senin, 15 Oktober 2018.

Baca : Berebut Kursi Wagub DKI, Gerindra dan PKS Harus Baca UU Pilkada

Dalam kasus itu, polisi akan memeriksa Sohibul sebagai saksi. Menurut Argo, masih ada keterangan yang perlu diperdalam sehingga perlu ada pemeriksaan lanjutan.

“Nanti akan kami perdalam,” tutur dia.

Pada 8 Maret 2018, Fahri Hamzah melaporkan Sohibul Iman atas dugaan kasus tindak pidana berkaitan dengan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut diterima polisi serta diberi nomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 8 Maret 2018.

Atas laporan Fahri Hamzah itu, Presiden PKS Sohibul Iman terancam dikenai Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 43 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 311 atau 310 KUHP.

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Aljufri sebelumnya mengklarifikasi ihwal tuduhan Fahri kepada Sohibul. Klarifikasi itu disampaikannya usai memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Rabu 2 Mei 2018.

Selama 4,5 jam diperiksa, Salim menjawab 15 pertanyaan penyidik perihal kasus antara Sohibul Iman dengan Fahri Hamzah. Salim menegaskan bahwa pernyataan Sohibul mengenai Fahri itu benar. "Tidak ada fitnah, tidak ada masalah pencemaran nama baik," ujar dia.

Salim Aljufri menceritakan, awal mula munculnya tuduhan pernyataan berbohong itu ketika Salim meminta Fahri Hamzah untuk mundur dari jabatan Wakil Ketua DPR. "Kejadian itu tanggal 23 Oktober 2017. Waktu itu Fahri bilang iya bersedia," kata dia.

Simak pula :
Legalisasi Becak, Anggota DPRD DKI Minta Anies Hargai Gubernur Sebelumnya

Pada saat itu, Fahri Hamzah meminta waktu satu bulan lebih untuk mempersiapkan kemundurannya. Namun, di pertengahan Desember 2017, Fahri berubah pikiran dan mengatakan ia tak siap mundur.

Salim pun menceritakan kisruh internal di PKS tersebut kepada Sohibul. Dalam suatu acara talkshow di stasiun televisi swasta, Sohibul Iman mengungkapkan penolakan mundur Fahri Hamzah itu. "Sikap Fahri itu yang diungkapkan oleh Sohibul. Jadi tidak ada fitnah dalam pernyataan Sohibul," kata Salim.

ADAM PRIREZA | ANDITA RAHMA






5 Fakta Pembunuhan Berencana oleh Rudolf Tobing terhadap Icha

1 jam lalu

5 Fakta Pembunuhan Berencana oleh Rudolf Tobing terhadap Icha

Rudolf Tobing melakukan pembunuhan berencana terhadap Icha pada 17 Oktober 2022 sekitar pukul 21.30 WIB. Mayat Icha kemudian dibuang di pinggir jalan.


Daftar 4 Gerai Sim Keliling di Jakarta Kamis Hari Ini

5 jam lalu

Daftar 4 Gerai Sim Keliling di Jakarta Kamis Hari Ini

Polda Metro Jaya menyiapkan lima gerai layanan SIM Keliling bagi masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM).


Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

6 jam lalu

Daftar 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi

Polda Metro Jaya menyiapkan Samsat Keliling untuk memfasilitasi masyarakat di 14 titik Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.


Menjelang Pilpres 2024, AHY: Kita Terus Yakinkan agar Terjadi Poros Perubahan

19 jam lalu

Menjelang Pilpres 2024, AHY: Kita Terus Yakinkan agar Terjadi Poros Perubahan

AHY mengaku intensif membangun komunikasi dengan Nasdem dan PKS agar terbentuk poros perubahan pada Pemilu 2024.


Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

23 jam lalu

Rekonstruksi Pembunuhan Berencana Rudolf Tobing Digelar di 2 Lokasi

Seorang perempuan berambut pendek dihadirkan untuk perankan Icha, korban pembunuhan berencana yang dilakukan Rudolf Tobing.


Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

1 hari lalu

Polda Metro Perketat Penjagaan usai Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar, Akses Masuk Dipersempit

Polda Metro Jaya perketat pengunjung, namun tidak mengurangi pelayanan usai bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Rabu pagi tadi.


Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

1 hari lalu

Senyum usai Bunuh Icha, Ekspresi Rudolf Tobing Kini Datar saat Rekonstruksi

Rudolf Tobing terlihat kooperatif dan mengikuti adegan yang diarahkan oleh polisi. Sesekali dia mengoreksi bagaimana adegan yang sebenarnya.


Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

1 hari lalu

Rekonstruksi Kasus Rudolf Tobing Digelar di Polda Metro, Tampilkan 26 Adegan

Polisi gelar 26 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana dengan tersangka Rudolf Tobing.


Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

1 hari lalu

Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres: Apa Itu Patologi Anatomi dalam Ranah Forensik

Polda Metro Jaya menunggu penyusunan laporan akhir kasus kematian satu keluarga di Kalideres dari sejumlah departemen, termasuk kedokteran forensik.


Heru Budi Hartono Copot Marullah Matali dari Sekda, PKS: Janggal, Domainnya Presiden

1 hari lalu

Heru Budi Hartono Copot Marullah Matali dari Sekda, PKS: Janggal, Domainnya Presiden

Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Karyatin Subiantoro mengaku kaget dengan pencopotan Marullah Matali dari posisi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI.