Cuaca Ekstrem, BPBD Bogor Waspadai Pergeseran Tanah dan Longsor

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPBD Kabupaten Bogor berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur utama Puncak Bogor, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup sementara akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana longsor di empat titik di ruas jalan di Jalan Raya Puncak yaitu di seputaran Masjid Atta'awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri. ANTARA

    Petugas BPBD Kabupaten Bogor berusaha membersihkan material longsor yang menutupi jalur utama Puncak Bogor, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Jalur Puncak, Bogor ditutup sementara akibat cuaca ekstrim yang mengakibatkan bencana longsor di empat titik di ruas jalan di Jalan Raya Puncak yaitu di seputaran Masjid Atta'awun, Riung Gunung, Grandhill, dan Widuri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, mengatakan pihaknya sudah dalam keadaan siap siaga bencana, karena curah ekstrem akan terjadi selama tiga bulan kedepan.

    Baca juga: Waspada, Tiga Bulan Kedepan Cuaca Ekstrem Landa Bogor

    “Potensi bencana di wilayah Kabupaten Bogor yang paling besar yakni longsor. Hujan dengan intensitas tinggi berpeluang terjadinya pergeseran tanah dan menyebabkan longsor,” kata Budi saat dikonfirmasi Tempo.

    BPBD sudah mengidentifikasi 15 kecamatan dengan potensi longsor yang cukup tinggi, diantaranya Kecamatan Sukaraja, Tamansari, Megamendung, Cisarua, Sukamakmur, dan Cariu.

    “Wilayah Barat Kabupaten Bogor paling berpeluang terjadinya longsor. Daerah seperti Cigudeg, Leuwiliang,  dan Tamansari atau lokasi yang secara geografi memang perbukitan,” tutup Budi.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor memperkirakan, selama tiga bulan kedepan akan terjadi cuaca ekstrem di wilayah Bogor.

    Baca juga: BMKG: DKI Jakarta Hingga Bogor Diguyur Hujan Angin Sore - Petang

    Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Bogor Hadi Saputra mengatakan cuaca ekstrem disebabkan oleh dampak dari masa peralihan musim kemarau ke musim hujan.

    “Curah hujan saat ini termasuk cuaca ekstrem, disertai petir dan hembusan angin kencang. Kondisi tersebut masih akan terjadi hingga Desember 2018,” kata Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Tempo, Jumat 19 Oktober 2018. “Untuk puncak musim penghujan diprediksi terjadi Januari 2019,” kata Hadi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.