Hilang Kontak, Lion Air Angkut 181 Penumpang dan 7 Kru

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga menunggu kedatangan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta menuju Pangkal Pinang di bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin, 29 Oktober 2018. Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang Danang Pandu membenarkan hilangnya kontak dengan pesawat Lion Air tersebut.  ANTARA

    Keluarga menunggu kedatangan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta menuju Pangkal Pinang di bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung, Senin, 29 Oktober 2018. Kepala Kantor SAR Pangkal Pinang Danang Pandu membenarkan hilangnya kontak dengan pesawat Lion Air tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang - Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang hilang kontak sejak pukul 6.23, Senin, 29 Oktober 2018, mengangkut 181 penumpang dan 7 kru.

    Baca juga: Pencarian Lion Air, Lanud Atang Sanjaya Kirim Bantuan 3 Heli

    "Berdasarkan data manifest yang memasuk ke kami, 181 penumpang dan 7 kru," ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Agus Haryadi kepada Tempo, Senin 29 Oktober 2018.

    Pesawat Lion Air tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 6.20 Senin 29 Oktober 2018 dan mengalami lost kontak pada pukul 6.33.

    Agus mengatakan setelah mendapat kabar pesawat Lion Air hilang kontak, PT Angkasa Pura II, Airnav Indonesia, Lion Air, Otoritas Bandara Soekarno-Hatta menggelar rapat awal untuk menentukan sejumlah skenario penanganan. "Salah satunya kami telah sepakat menyiapkan Crisis Center di Bandara Soekarno-Hatta," kata Agus.

    Baca juga: Lion Air Hilang, Soekarno - Hatta Siapkan Crisis Center

    Crisis Center, terutama untuk Lion Air kali ini, menempati Posko Utama di Terminal IB Bandara Soekarno-Hatta. "Ini adalah pusat informasi, pusat kendali dari berbagai pihak untuk melakukan langkah penanganan, juga menjadi tempat bagi keluarga penumpang yang memerlukan informasi," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.