Jumat, 16 November 2018

Alasan PKS Tagih Janji Gerindra Soal Calon Wagub DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden, Sandiaga Uno memeluk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah membacakan surat pengunduran diri sebagai wakil Gubernur di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sandiaga membacakan surat pengunduran diri dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Calon wakil presiden, Sandiaga Uno memeluk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah membacakan surat pengunduran diri sebagai wakil Gubernur di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sandiaga membacakan surat pengunduran diri dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menagih janji Partai Gerindra sehubungan dengan posisi wakil gubernur atau Wagub DKI Jakarta. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan, kedua petinggi partai sedari awal telah menyepakati Sandiaga Salahuddin Uno bakal digantikan oleh kader PKS.

    "Kami menagih janji Gerindra," kata Suhaimi di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin, 29 Oktober 2018.

    Baca : Wagub DKI Kosong 2 Bulan, Mendagri Minta Pemilihan Dipercepat

    Suhaimi meminta Gerindra komitmen dengan janjinya. Sebab, dua pimpinan partai setuju memberikan kursi wakil gubernur kepada PKS. "Pimpinan pusat sudah mengatakan itu haknya PKS," ujar Suhaimi.

    Karena itulah, Suhaimi berharap, Gerindra setuju agar dua nama calon wakil gubernur DKI berasal dari kader PKS. Dua nama itu, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Agung Yulianto.

    Menurut Suhaimi, PKS ingin menjaga komitmen tersebut. Dia ingin Gerindra tak mencederai komunikasi politik dua partai yang berkoalisi dalam pemilihan presiden 2019.

    Suhaimi berujar, PKS dan Gerindra sepakat kursi wakil gubernur Jakarta bakal diisi oleh kader PKS. Hal ini mengingat keputusan koalisi untuk mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan mantan kader Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno maju pemilihan presiden 2019.

    "Jangan biasakan komunikasi politik koalisi yang komitmen kemudian dibongkar di bawah. Itu tidak bagus," ujar dia.

    Kursi wakil gubernur Jakarta kosong sejak Sandiaga Uno memilih mendampingi Prabowo dalam pemilihan presiden 2019. Adapun PKS dan Gerindra mendukung pasangan tersebut.

    Simak juga :
    Detik-detik Lion Air JT 610 Jatuh, KNKT: Pilot Minta RTB di Ketinggian 2000 Kaki

    Dua partai ini juga mengusung Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan kepala daerah DKI 2017. Karena itu, PKS dan Gerindra berhak menentukan siapa pengganti Sandiaga.

    Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi PKS, Triwisaksana menyebut, PKS dan Gerindra telah menyepakati dua nama untuk dicalonkan Wagub DKI. Namun, dia masih merahasiakan sosok calon pendamping Anies Baswedan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.