Anies Bicara Soal Inisiatif Magrib Mengaji dan Subuh Berjamaah

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Magrib Mengaji di Masjid An-Nimah, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis petang, 10 Januari 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Suasana Magrib Mengaji di Masjid An-Nimah, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis petang, 10 Januari 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mempermasalahkan adanya magrib mengaji dan subuh berjamaah di Ibu kota. Anies mempersilakan program itu berjalan.

    "Sebagai inisiatif masyarakat, sekarang bisa jalan terus, tidak ada masalah," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2019.

    Baca : Bawaslu Bogor Putuskan Anies Tak Bersalah, Anies Baswedan: Alhamdulillah

    Anies menuturkan, semua kegiatan baik layak mendapat dukungan moral dari Pemerintah DKI. "Contohnya kegiatan tarik tambang kami dukung, ya kan?" ucap dia.

    Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah mengatakan akan merealisasikan program subuh berjamaah dan magrib mengaji tahun 2019.

    Tujuannya, menekan kenakalan remaja seperti tawuran dan penggunaan narkoba dengan menjadikan masjid sebagai safe house.

    Simak pula :
    Perayaan Natal Pemprov DKI, Anies Baswedan Menyanyikan Lagu Ini

    Kepala Biro Pendidikan Mental dan Spritual (Dikmental) DKI Hendra Hidayat menyatakan program itu bukan dicanangkan pemerintah daerah.

    Adapun Anies, menurut dia, tak mengeluarkan instruksi gubernur agar pemerintah kota menggelar magrib mengaji dan subuh berjamaah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.