Pengiriman 1,5 Ton Ganja Terbongkar, Ini Kata BNN Soal Otaknya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukkan barang bukti narkotika di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. Barang bukti yang dimusnahkan oleh kejaksaan Negeri Jakarta Barat yaitu Ganja, Kristal Metam Fetamina, Tablet Metam Fetamina, Tablet MDMA, dan Daun Kering mengandung Floro ADB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas menunjukkan barang bukti narkotika di Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. Barang bukti yang dimusnahkan oleh kejaksaan Negeri Jakarta Barat yaitu Ganja, Kristal Metam Fetamina, Tablet Metam Fetamina, Tablet MDMA, dan Daun Kering mengandung Floro ADB. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Humas Badan Narkotika Nasional atau BNN Sulistyandri mengatakan penyelundupan 1,5 ton ganja dari Aceh melalui Bandara Soekarno-Hatta dan ke Bogor dikendalikan oleh narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru, Bandung.

    "Menurut keterangan tersangka, pemilik narkoba dan yang menyuruh mereka adalah seorang napi di LP Kebon Waru, Bandung, atas nama Parman," ujar Sulistyandri melalui keterangan tertulis Kamis 31 Januari 2019.

    Baca : BNN Ungkap Modus Baru Penyelundupan Ganja Cair dari AS

    Petugas telah menangkap tiga orang pelaku beserta mengamankan barang bukti narkoba dan non narkoba.

    Menurut Sulistyandri, para tersangka dan narapidana yang bersangkutan sudah diperiksa dan masih dalam pengembangan. "Seluruh barang bukti dan tersangka saat ini sudah dibawa ke kantor BNN di Cawang Jakarta Timur untuk di sidik lebih lanjut."

    Sebanyak 1,5 ton ganja disita dalam operasi bersama BNN dan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Kasus ini terungkap berawal dari informasi yang diterima BNN jika akan ada paket ganja dari Aceh melalui kargo Bandara Soekarno-Hatta.

    Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta menindaklanjuti informasi tersebut dan mendapati 8 koli atau 301 kilogram ganja di bawa pesawat kargo domestik dari Aceh transit ke Kualanamu lalu ke Bandara Soekarno-Hatta. "Ada 301 kilogram ganja yang berhasil diamankan dalam pesawat kargo domestik di Bandara Soekarno-Hatta," kata Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang.

    Selanjutnya, Bea Cukai dan BNN melakukan pengembangan dengan melakukan pengecekan pada alamat paket yang dituju di Bogor.

    Simak pula :
    Terbongkar: Pengiriman Ganja 1,5 Juta Ton Lewat Bandara Soekarno - Hatta

    Ternyata pengiriman paket ganja ini juga dilakukan melalui darat .Petugas BNN dan Bea Cukai mengikuti sebuah truk dari Aceh sampai ke Bogor, Jawa Barat.

    Ganja tersebut dibawa menggunakan kendaraan truc yang dirancang seolah kendaraan angkutan barang berpendingin. Ganja di sembunyikan di dasar truc dengan dibuat kompertemen khusus ditutup dengan plat besi. "Total barang bukti yang berhasil disita diperkirakan sebanyak 1.500 kilogram berat kotor," kata Sulistyandri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.