Kota Bekasi Bakal Bangun Terminal Tipe A di Jatiasih

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, 28 Desember 2016. Terminal terbesar se-Asia Tenggara tersebut sudah rampung 90 persen ini memiliki sejumlah fasilitas yang dapat membuat calon penumpang menjadi nyaman selagi menunggu jadwal keberangkatan bus. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, 28 Desember 2016. Terminal terbesar se-Asia Tenggara tersebut sudah rampung 90 persen ini memiliki sejumlah fasilitas yang dapat membuat calon penumpang menjadi nyaman selagi menunggu jadwal keberangkatan bus. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan lahan seluas lima hektare di wilayah Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat untuk pembangunan terminal tipe A. Kontruksi pembangunan terminal tersebut rencananya ditanggung oleh pemerintah pusat dengan metode kerja sama badan usaha.

    Kepala Bidang Infrastuktur dan Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Erwin Gwinda mengatakan lahan yang akan dipakai terminal tipe A masih berbentuk lahan kosong yang merupakan fasilitas umum kewajiban dari pengembang. "Kami sedang meminta kesediaan pengembang untuk menyerahkan secara resmi kepada pemerintah," kata Erwin di Bekasi, Senin, 25 Februari 2019.

    Baca: Terminal Pondok Cabe Diresmikan Sebagai Terminal Multi Layanan

    Erwin mengatakan terminal tipe A di Kota Bekasi rencananya terintegrasi seperti terminal Pulogebang di Jakarta Timur. Lokasi di Jatiasih dipilih karena berdampingan dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) sehingga perjalanan angkutan tak memakan waktu banyak di jalan arteri.

    "Pembangunannya dibiayai BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) dan Kemenhub dengan metode KPBU (Kerjasama pemerintah dan badan usaha)," kata Erwin.

    Baca: Terminal Jatijajar Depok Beroperasi, Bus AKAP Ngetem Dipindah

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan terminal yang sekarang ada di Jalan Cut Mutia merupakan terminal tipe C. Meski begitu, terminal tersebut dioperasikan layaknya terminal tipe A. "Ini disebabkan karena kebutuhan masyarakat," kata dia saat dihubungi terpisah.

    Di terminal itu, kata Yayan, angkutan dalam kota bercampur dengan angkutan yang melayani perjalanan antar kota dalam provinsi sampai dengan antar propinsi. Adapun jumlah angkutan yang setiap hari ada di terminal itu mencapai ratusan sehingga tampak sempit karena luasnya tak lebih dari dua hektar. "Makanya kami minta bantuan ke pusat agar dibangunkan terminal tipe A," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.