Pemilu 2019, Anies Antisipasi Gangguan Seperti Saat Nobar Capres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Apel Gebyar Gerebek Sudirman-Thamrin di Plaza Tenggara GBK, Rabu, 18 Juli 2018. Maria Fransisca Lahur.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin Apel Gebyar Gerebek Sudirman-Thamrin di Plaza Tenggara GBK, Rabu, 18 Juli 2018. Maria Fransisca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta menggelar apel bersama dengan jajaran kepolisian, TNI dan pemda soal pengamanan pemilihan umum (pemilu) 2019. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pemerintah daerah bakal mengantisipasi potensi provokasi atau gangguan seperti yang terjadi saat debat kedua calon presiden pada 17 Februari 2019.

    "Tidak mengganggu keamanan cuma mengganggu suasana saja," kata Anies di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019.

    Baca: Enam Fakta Tentang Ledakan di Area Nobar Debat Capres

    Saat pelaksanaan debat kedua capres 17 Februari lalu, sempat terjadi ledakan di area nobar yang disediakan di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat. Ledakan tersebut sempat membuat para peserta nobar debat panik dan berlarian. Ada 7 orang peserta yang mendapat perawatan di rumah sakit karena mengalami gangguan pendengaran.

    Belakangan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengatakan ledakan tersebut berasal dari petasan. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelakunya.

    Menurut Anies, kejadian itu tak berdampak pada keamanan di Ibu Kota. Hanya saja ledakan mengubah fokus yang mulanya memperhatikan substansi debat capres menjadi ledakan.

    "Orang lagi suasana mau fokus debat tapi secara keamanan tidak ada dampaknya. Cuma ganggu headline aja gitu," kata Anies sembari melontarkan senyum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.