Cerita Ratna Sarumpaet Saat Mengantuk dalam Sidang Pagi Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus dugaan penyebaran hoax, Ratna Sarumpaet (dua dari kanan) meninggalkan ruangan seusai mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019. Kedua putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina pun menyatakan dirinya siap menjadi jaminan agar permohonan pengalihan status tahanan ibunya menjadi tahanan kota dikabulkan. ANTARA/Wahyu Putro A

    Terdakwa kasus dugaan penyebaran hoax, Ratna Sarumpaet (dua dari kanan) meninggalkan ruangan seusai mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 6 Maret 2019. Kedua putri Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina pun menyatakan dirinya siap menjadi jaminan agar permohonan pengalihan status tahanan ibunya menjadi tahanan kota dikabulkan. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet mengaku lelah dan mengantuk saat mengikuti persidangan pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang Ratna hari ini beragendakan tanggapan eksepsi oleh jaksa penuntut umum. 

    Baca: Hakim Tolak Tahanan Kota, Ratna Sarumpaet: Masa Nunggu Parah

    "Ya, ngantuk," ujar Ratna saat ditemui di Polda Metro Jaya seusai sidang, Selasa 12 Maret 2019.

    Ratna menyebutkan dirinya lelah lantaran semalam begadang menulis buku barunya di tahanan. "Saya nulis tadi malam, nulis buku," ujarnya. 

    Ratna belum mau membeberkan lebih lanjut terkait buku tersebut, kata dia baru itu tentang keadaan Indonesia. "Buku tentang bangsa kamu," ujarnya. 

    Terkait persidangan kali ini Ratna mengaku wajar jika eksepsinya ditolak oleh jaksa penuntut umum. Meski begitu kata dia, keputusan tetap di tangan hakim. 

    Dalam perkara ini Ratna Sarampaet didakwa telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, tentang mengedarkan berita atau pemberitaan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran.

    Baca: Pernyataan Prabowo Tentang Ratna Sarumpaet Dinilai Bukan Keonaran

    Akibat penyebaran hoaks di media sosial bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan di Bandung, Ratna Sarumpaet juga didakwa dengan Pasal 28 Ayat (2) juncto 45A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal itu mengatur tentang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan golongan (SARA).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.