Polisi Bekuk 6 Pelaku Penipuan Kupon Berhadiah Mobil, Modusnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penipuan. vocfm.co

    Ilustrasi Penipuan. vocfm.co

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap enam pelaku penipuan dengan iming-iming ke korbannya mendapat kupon undian berhadiah barang-barang wah.

    "Kejadian pada hari Senin tanggal 25 Maret 2019, pelapor mengatakan bahwa dirinya di berikan satu amplop yang berisi kupon undian berhadiah saat berbelanja di salah satu swalayan," kata kepala satuan reserse kriminal polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho, Kamis 28 Maret 2019.

    Baca : Jemaah First Travel Ancam Demo ke Istana Sebelum Pemilu

    Alex menjelaskan modus kawanan tersebut, setelah korban diberikan amplop tersebut dan dibuka terdapat tulisan kupon makan dan gambar undian. Kemudian salah seorang tersangka  meminta pelapor datang ke kantor Surya Agung Perdana (SAP).

    "SAP ini perusahaan dimana para tersangka ini melakukan aksinya, para tersangka yakni  Sri Sudarti (Pemilik Usaha U.D. SAP), Genta Kurniawan (Supervisor UD. SAP), Renold Firnando (Supervisor UD. SAP), Eti Susanti (Supervisor UD. SAP), Marjoni (Supervisor UD. SAP), dan M. Sofyan (Marketing UD. SAP)," katanya.

    Pengakuan dari korban, setelah mereka dibujuk untuk ke kantor SAP, mereka dimintakan sejumlah uang senilai Rp 14 juta untuk menebua hadiah yang didapat dari kupon undian.

    "Salah seorang tersangka lainnya mengarahkan korban untuk membuka kupon yang mana dalamnya terdapat hologram dan bisa digosok. Setelah digosok korban mendapat satu unit air purifier (penjernih udara)," ungkapnya.

    Atas kejadian tersebut, kata Alex korban merasa dirugikan karena harga air purifier tersebut tidak sebanding dengan uang yang dibayarkan korban kepada tersangka.

    "Maka dari itu korban melapor ke polisi karena merasa di tipu. Keenam pelaku kami kenakan pasal 8 dan atau 9 Undang Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun," katanya.

    Simak juga :
    Jemaah First Travel Ajukan Gugatan Perdata, Ini Kata Kejagung

    Para pelaku mengiming- imingi korbannya dengan mendapatkan mobil, motor dan sejumlah barang lainnya, padahal setelah kupon undian disita kepolisian dan stiker hologram digosok semua tertulis air purifier.

    Alex menambahkan pihaknya mengamankan barang bukti kasus penipuan itu berupa satu kotak berisi kupon undian, tujuh bundel kupon undian, satu unit motor Honda PCX dan satu unit air purifier.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.