Sopir Bongkar Kebiasaan Ratna Sarumpaet Konsumsi Antidepresan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus berita bohong Ratna Sarumpaet sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 2 April 2019.TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Terdakwa kasus berita bohong Ratna Sarumpaet sebelum persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 2 April 2019.TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Sopir Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi, menyebutkan terdakwa kasus hoax itu telah mengkonsumsi obat antidepresan sejak 2016. 

    Baca: Sidang Ratna Sarumpaet, Sopir: Ibu Tak Setuju Jumpa Pers Prabowo

    Keterangan tersebut disampaikan Ahmad saat bersaksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

    "Kalau tahunya mengkonsumsinya sudah lama, sejak saya bekerja dengan ibu Ratna, dari tahun 2016," ujarnya di pengadilan, Selasa 4 April 2019. 

    Ahmad mengaku juga sering mengantarkan Ratna ke psikiater dokter Fidiansyah untuk mengambil obat antidepresan. 

    Nanik S Deyang (berkerudung putih) dan dua staf serta sopir pribadi Ratna Sarumpaet akan jadi saksi sidang perkara berita bohong Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 2 April 2019/TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Keterangan Ahmad tentang gangguan depresi perempuan 70 tahun itu sedikit berbeda dengan pernyataan putri Ratna, Atiqah Hasiholan sebelumnya. 

    Menurut Atiqah, ibunya melakukan perawatan ke psikiater sejak satu tahun terakhir lantaran depresi. Kondisi tersebut disebutnya makin parah karena Ratna Sarumpaet mendekam di tahanan.

    “Ibu saya selama sejak sekitar satu tahun ini menjalani pengobatan ke psikiater, ada depresi memang. Sekarang dia tinggal di rutan, kondisinya jadi makin memburuk," kata Atiqah Hasiholan di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. 

    Baca: Rekaman CCTV Buktikan Hoax Ratna Sarumpaet Diputar di Sidang

    Kondisi kejiwaan tersebut juga menjadi alasan Ratna Sarumpaet untuk mengajukan status tahanan kota. Penasehat hukumnya, Desmihardi mengatakan kalau tim pengacara menemukan indikasi gejala depresi kliennya. Ia menyebut sejak tahun lalu, kondisi kejiwaan Ratna berada dalam pengawasan dan perawatan psikiater dr. Fidiansyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.