Mayat Perempuan Muda di Tol Jagorawi, Ditemukan Pencari Burung

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Identitas mayat perempuan muda yang ditemukan di daerah Taman Kota, di pinggir Tol Jagorawi, Jakarta Timur, hingga kini belum terungkap.

    Baca: Ditabrak di Margonda Depok, Perempuan Muda Tewas Mengenaskan

    Perempuan itu diperkirakan berusia 25 tahun. Saat ditemukan pada Ahad malam, 7 April 2019, wanita itu mengenakan baju warna hijau muda putih bermotif garis-garis dan celana legging hitam dengan lis merah.

    Polisi berusaha mengungkap identitas maupun penyebab kematian perempuan tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan polisi tengah fokus memeriksa saksi serta mencari orang yang kenal dengan jenazah tersebut.

    Pada saat ini, jenazah wanita itu telah dikirim ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna diautopsi. "Sehingga nanti kami bisa mendapatkan apakah ada luka di tubuhnya," kata Argo di Polda Metro Jaya pada Senin, 8 April 2019.

    Argo mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera melapor ke kantor kepolisian terdekat. Hal itu akan sangat membantu pihak kepolisian dalam mengungkap identitas sekaligus penyebab kematian wanita malang itu.

    Mayat perempuan di pinggir tol itu ditemukan oleh Irfan Jaya, 20 tahun. Malam itu, Irfan ingin menangkap burung di daerah Taman Kota, namun dia mencium bau tak sedap.

    Baca: Mayat Perempuan di Apartemen Green Pramuka, Korban Pembunuhan?

    Ketika mencari sumber bau itu, Irfan menemukan mayat perempuan setinggi 150 sentimeter dengan rambut lurus sekitar sebahu tersebut. Kepala kepolisian Sektor Makasar Komisaris L. Lumban mengatakan ditemukan luka hantaman bekas benda tumpul di bagian kepala jenazah. Ada juga luka lebam di sekujur tubuhnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.