Ini Kebiasaan dan Ciri Khas Balita Korban Penculikan di Bekasi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov

    Ilustrasi kekerasan pada anak. health. wyo.gov

    TEMPO.CO, Bekasi - Balita berusia tiga tahun, Anisa Suci Adiwibowo, diduga menjadi korban penculikan pada Selasa, 9 April 2019 pukul 09.45 WIB. Ketika itud, dia sedang bermain di Masjid Al Amin, Jalan Bintara III, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

    "Sebetulnya anak saya itu paling gampang diciriinnya," kata Nenek Anisa, Sri Wahyuni, 34 tahun, pada Jumat, 12 April 2019.

    BacaDugaan Penculikan Anak Terekam CCTV Masjid, Ini yang Terjadi

    Sebagai pengasuh Anisa sejak kecil, Sri hafal betul kebiasaan sang cucu, yaitu jika belum minum susu akan menangis. Apabila tak segera dituruti, Anisa bakal berontak sampai susu di dalam botol dot tersedia. "Terutama kalau malam hari sebelum tidur."

    Aprilia Lestari, ibunda korban penculikan, menggambarkan ciri-ciri khusus anaknya seperti memiliki rambut seleher ikal pada bagian bawah dan ada bekas luka bisul pada dagu. Ketika diculik Anisa mengenakan kaus warna merah muda, dan celana legging hitam. "Sendalnya masih ditinggal di masjid," ujar dia.

    Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari, mengatakan bahwa Anisa sampai sekarang belum teridentifikasi keberadaannya. Polisi, kata dia, masih terus bekerja untuk mengungkap kasus penculikan yang dilaporkan pada Selasa malam lalu. "Masih terus diselidiki," ujar Erna.

    Simak pulaPenculikan Anak di Bekasi, Pelaku Pernah Datang Sebagai Pengamen? .

    Detik-detik dugaan penculikan tersebut terekam kamera CCTV di dalam masjid. Dalam rekaman itu, pelaku memakai kerudung lebar, membawa tas samping. Korban dan pelaku sempat berinteraksi sekitar 15 menit. Pelaku lalu menggendong korban dan membawanya pergi. Sri Wahyuni mengatakan telah mencari buah hatinya ke berbagai tempat di Bekasi, namun tak membuahkan hasil.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.