Polisi dan TNI Patroli Gabungan Dekati Hari Pencoblosan, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi mengikuti gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di area Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 April 2019. Sebanyak 4 ribu anggota gabungan TNI dan Polri mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Anggota Polisi mengikuti gelar pasukan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di area Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu 10 April 2019. Sebanyak 4 ribu anggota gabungan TNI dan Polri mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian meningkatkan status beberapa kegiatannya seperti patroli pengamanan sebagai pencegahan dini kerawanan menjelang hari pencoblosan 17 April mendatang. Patroli dilakukan gabungan bersama anggota TNI baik siang dan malam.

    Baca berita sebelumnya:
    Amankan Pemilu 2019, Polda dan Kodam Jaya Bagi Abis Anggota ke TPS-TPS

    Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menerangkan kegiatan patroli menyasar lokasi yang memiliki potensi kerawanan. Tempat yang berpotensi rawan tersebut seperti di pusat perbelanjaan atau tempat dengan kelompok rentan konflik sosial.

    Termasuk tempat-tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan maupun obyek vital seperti Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

    "Di tempat-tempat di mana di sana ada kelompok-kelompok yang rentan terjadinya konflik sosial dan tempat-tempat lainnya yang memiliki potensi kerawanan," ujar Gatot usai menghadiri Apel Siaga Gabungan TNI-Polri Dalam Rangka Kesiapsiagaan Pemilu Aman di JI-Expo Kemayoran, Minggu 14 April 2019.

    Baca:
    Ini Alasan Bawaslu DKI Sebut Cakung di Peta Kerawanan Pemilu 2019

    Gatot memastikan bahwa hingga apel itu digelar, tidak ada kenaikan status keamanan di wilayah Polda Metro Jaya yang meliputi DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang dan Depok. Dia menambahkan, patroli dilakukan untuk menjaga situasi aman dan terkendali tersebut.

    "Apabila dalam perkembangan di lapangan terjadi potensi peningkatan kerawanan, seperti meningkatnya dukungan terhadap pasangan tertentu atau potensi terjadinya konflik sosial, maka baik TNI dan Polri akan mempertebal kekuatan pasukan," katanya menuturkan.

    Baca juga:
    Begini Anies Hubungkan Pemilu 2019 dengan Pilkada DKI

    Untuk menjamin keamanan dan keamanan masyarakat memilih pada hari pencoblosan 17 April mendatang, Polda dan Kodam Jaya menyiagakan total sebanyak 38 ribu personel. Mereka terdiri dari 23 ribu anggota polisi dan 15 ribu dari TNI. Mereka disebar untuk mengamankan Pemilu 2019 pada 63.000 TPS di DKI dan sebagian wilayah Banten.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.