Cerita Pesan Ambulans Viral, Anies: Saya Tidak Mengira

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibunda Anies Baswedan, Aliyah Rasyid memimpin doa bersama di kediamannya di Lebak Bulus sebelum menuju ke Istana Negara, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ibunda Anies Baswedan, Aliyah Rasyid memimpin doa bersama di kediamannya di Lebak Bulus sebelum menuju ke Istana Negara, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak mengira kisahnya memesan ambulans untuk sang ibu, Aliyah Rasyid, akan viral dan jadi perbincangan di media sosial. Anies mengatakan saat memesan ambulans di layanan nomor darurat 112 adalah murni karena dia membutuhkannya.

    "Saya tidak mengira ada yang menulis itu. Dan kalau saya telepon minta bantuan ambulans, ya saya kontak sebagai orang yang membutuhkan ambulans, tidak penting jabatannya apa," ujar Anies di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 7 Mei 2019.

    Baca: Cerita Petugas Dinkes Kaget Anies Pesan Ambulance untuk Ibunya

    Adapun alasan Anies membutuhkan ambulans karena kondisi ibunya tak memungkinkan dibawa menggunakan mobil biasa. Anies bercerita sang ibu mengalami sakit spinal cord atau permasalahan saraf tulang belakang.

    Kondisi itu membuat Aliyah sama sekali tak bisa bergerak. Sehingga, menurut Anies, pengangkutan ibunya menuju rumah sakit memerlukan penanganan medis profesional.

    "Jadi dilayani dicek jantung, tekanan darah, dicek apakah ada masalah-masalah yang genting baru kemudian dibawa, dan saya ikut sama-sama ambulan sekitar jam 11 malam," ujar Anies.

    Baca: Ulang Tahun ke-50, Ini Doa dan Harapan Anies Baswedan

    Cerita mengenai Anies memesan ambulans untuk ibunya itu viral di media sosial. Salah seorang petugas command control ambulance (CCA) tak menyangka yang memesan ambulan adalah Anies Baswedan. Sebab di sambungan telepon, Anies tak menjelaskan jabatannya.

    Anies menjelaskan standar pelayanan yang ia dapatkan dari CCA sama seperti yang didapat masyarakat umumnya. Ia berharap standar tersebut dapat terus diterapkan oleh CCA. "Siapa pun harus dapat pelayanan yang sama dan cepat. Saya senang bahwa tim itu merespon cepat dan profesional," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.