7 Fakta Ayah Bunuh Bayi, Dari Sadisme Sampai Pengaruh Narkoba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Sektor Kebon Jeruk Ajun Komisaris Erick Ekananta Sitepu (tengah) dalam keterangan pers mengenai kasus ayah bunuh bayinya sendiri berusia 3 bulan di halaman Kantor Polres Metro Jakarta Barat pada Senin, 6 Mei 2019. Tempo/ M Yusuf Manurung

    Kepala Kepolisian Sektor Kebon Jeruk Ajun Komisaris Erick Ekananta Sitepu (tengah) dalam keterangan pers mengenai kasus ayah bunuh bayinya sendiri berusia 3 bulan di halaman Kantor Polres Metro Jakarta Barat pada Senin, 6 Mei 2019. Tempo/ M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - MS, 23 tahun adalah pelaku dalam kasus ayah bunuh bayi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia tega menganiaya buah hatinya yang baru berumur tiga bulan hingga tewas pada Sabtu, 27 April lalu.

    Polisi telah menetapkan MS sebagai tersangka. Akibat perbuatanya, ia terancam hukuman 20 tahun penjara seperti tercantum dalam Pasal 338 subsider Pasal 351 ayat 3 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 80 ayat 4 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

    Baca: Kasus Ayah Bunuh Bayi, Istri Sudah Minta Suami Stop Konsumsi Sabu

    Berikut sejumlah fakta atas kasus tersebut.

    - Gigit, tonjok, dan patahkan tulang

    Kepala Kepolisian Sektor Kebon Jeruk Ajun Komisaris Erick Ekananta Sitepu mengatakan cara yang dipakai MS untuk membunuh anaknya antara lain menggigit wajah bagian kiri bayi hingga berbekas. "Kemudian ditonjok tepat di muka sehingga menyebabkan hancur di bagian hidung dan bibir," ujarnya, Senin, 6 Mei 2019.

    Tidak berhenti di situ, Erick mengatakan pelaku juga mematahkan tulang tangan dan kaki korban. Caranya, dengan memelintir tulang beberapa kali. "Kalau dari keterangan pelaku sampai bunyi krek," kata dia.

    - Pelaku menganiaya sejak umur bayi 1,5 bulan

    Erick mengatakan MS telah menganiaya buah hatinya sejak berumur 1,5 bulan. Tulang kaki dan punggung bayi dipatahkan. "Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil rontgen rumah sakit," kata dia.

    Baca: Ayah Bunuh Bayi, Polisi Sebut Kejiwaan Pelaku Normal

    Istri pelaku, SK, 22 tahun mengatakan, saat itu dia tidak mencurigai patahnya tulang bayi karena perbuatan suami. Dia mengira hal itu terjadi karena tindakannya yang salah asuh. "Karena pas mandi dia kakinya enggak pernah diam, takutnya kepeleset, geser tulangnya," kata SK, Selasa, 7 Mei 2019.

    SK sempat mengobati bayinya ke tukang urut namun justru membengkak. Akhirnya, dia membawa anaknya ke Rumah Sakit Harapan Kita dan melakukan rontgen.

    selanjutnya Anak dianggap bawa sial...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.