Pleno KPU DKI, Jokowi Menang Tipis dari Prabowo

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saksi dari pasangan nomor urut 01 menandatangani formulir hasil rekapitulasi suara pemilih presiden tingkat provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, 17 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Saksi dari pasangan nomor urut 01 menandatangani formulir hasil rekapitulasi suara pemilih presiden tingkat provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, 17 Mei 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Maruf Amin unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu 2019 di Jakarta. Berdasarkan hasil pleno rekapitulasi suara pemilihan presiden Komisi Pemilihan Umum atau KPU DKI Jakarta  pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf memperoleh 3.279.547 suara, sedangkan pasangan  nomor urut 02 Prabowo-Sandi mendapatkan 3.066.137 suara.

    Baca juga: Pleno Rekapitulasi Suara DKI, Prabowo Unggul di Jaktim

    Jokowi unggul tipis dari Prabowo , yakni 213.410 suara. Jokowi-Maruf unggul di empat wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kepulauan seribu. Sedangkan, Prabowo-Sandi unggul di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Adapun total seluruh pemilih di pemilihan presiden di Jakarta mencapai 6.345.684 orang.

    Ketua KPU DKI, Betty Epsilon Idroos, memberikan kesempatan saksi dari kedua pasangan calon presiden untuk menanggapi hasil pleno tingkat provinsi itu. “Apakah DC untuk PPWP (pemilihan presiden dan wakil presiden) dari enam kabupaten/kota di DKI Jakarta bisa diterima?,” kata Betty kepada para saksi, Jumat, 17 Mei 2019.

     Saksi dari pasangan 02 Ahmad Fauzi, menyatakan keberatan dan ogah menandatangani formulir DC atau hasil rekapitulasi pemilu presiden tingkat provinsi.  “Saya agak keberatan mungkin kita harus sinkronkan dulu antara DPTb dan DPK. Kami melihat ada kurang sinkron angka. Kami minta form keberatan saja,” kata Fauzi di dalam sidang pleno.

    Fauzi menuturkan pihaknya meragukan partisipasi pemilih di DPTb dan DPK. Alasannya, jumlah data DPK yang mencapai 225.556 orang, saat pemilu partisipasinya mencapai 221.532 orang. “Artinya selisih sekitar 4 ribu, jadikan kami melihat apakah mungkin hanya 4 ribu ini tidak mengikuti partisipasi pemilihnya? Kita mau alasan begitu saja.”

    Betty menjelaskan bahwa perolehan suara tidak bengubah pada pleno tingkat kecamatan, kota hingga DKI. Betty pun meminta Fauzi menjelaskan argumentasinya menolak data DPTb dan DPK yang telah disepakati, hingga tidak mau ditandatanganinya.

    Meski saksi dari Prabowo tersebut tidak mau menandatangani formulir rekapitulasi tingkat provinsi, hasil rapat pleno di DKI tetap dianggap sah. Betty pun menanyakan kepada saksi 02 apakah benar tidak mau tandatangan. Lalu Fauzi menjawab, “yakin.”

     Berikut rincian perolehan suara pemilihan presiden di enam wilayah yang ada di DKI Jakarta berdasarkan rapat pleno KPU DKI Jakarta pada Jumat, 17 Mei 2019:

    Baca juga: DPD Gerindra DKI akan Tolak Hasil Pileg Jika Terbukti Curang

    Berikut rincian perolehan suara pemilihan presiden di enam wilayah yang ada di DKI Jakarta berdasarkan rapat pleno KPU DKI Jakarta pada Jumat, 17 Mei 2019:

    Jakarta Utara

    01: 572.567

    02: 417.062

    Total: 989,629

    Jakarta  Barat

    01: 834.038

    02: 615.101

    Total: 1.449.139

    Jakarta  Pusat

    01: 333.076

    02: 315.078

    Total: 648.154

    Jakarta Selatan

    01: 673.100

    02: 723.008

    Total: 1.396.108

    Jakarta Timur

    01: 857.940

    02: 987.607

    Total: 1.845.547

    Kepulauan seribu

    01: 8.826

    02: 8.281

    Total: 17.107


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.