Terancam Pidana Mati, Hermawan Susanto Kirim Surat Maaf ke Jokowi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak depan rumah tinggal Hermawan Susanto (25) di Jalan Inspeksi Kali Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa 14 Mei 2019. Hermawan Susanto ditangkap setelah melontarkan ancaman memenggal kepala Presiden Jokowi. TEMPO/M HALWI

    Tampak depan rumah tinggal Hermawan Susanto (25) di Jalan Inspeksi Kali Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa 14 Mei 2019. Hermawan Susanto ditangkap setelah melontarkan ancaman memenggal kepala Presiden Jokowi. TEMPO/M HALWI

    TEMPO.CO, JAKARTA - Hermawan Susanto, 25 tahun, tersangka pengancam penggal  Presiden Jokowi yang viral di media sosial, mengirim surat permintaan maaf.

    Baca: Simak 5 Hal Terkait Viral Video Ancam Jokowi

    Surat itu ditujukan kepada Jokowi dan ditulis langsung oleh Hermawan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. “Surat itu langsung ditujukan kepada Bapak Jokowi,” ujar pengacara Hermawan, Sugiarto Atmowijoyo di Polda Metro Jaya, Selasa, 21 Mei 2019.

    Menurut Sugiarto, surat tersebut akan dikirimkan mengunakan jasa pengiriman. Dengan begitu, ia berharap Jokowi menerima permintaan maaf kliennya.

    Sugiarto mengatakan, Hermawan melontarkan seruan bernada ancaman itu secara spontan. Menurut Sugiarto, tidak ada niat dari kliennya untuk benar-benar memenggal kepala Jokowi. “Soal niat membunuh presiden atau hal lain itu tidak ada,” ucap dia.

    Hermawan Susanto menjadi perhatian publik setelah kalimat ancamannya terhadap Presiden Jokowi dalam ventuk video viral di media sosial. Video itu direkam peserta demonstrasi pendukung Prabowo Subianto di depan Gedung Bawaslu pada Jumat, 10 Mei 2019.

    Setelah video itu viral, Hermawan ketakutan. Ia dan ayahnya melarikan diri ke Parung, Bogor, Jawa Barat. Hermawan ditangkap di rumah budenya di Parung pada Minggu pagi, 12 Mei 2019. 

    Hermawan terancam pasal berlapis, yaitu Pasal 104 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman pidana maksimalnya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama 20 tahun.

    Baca: Rosiana Terseret Video Ancam Jokowi, Ibu Menangis

    Polisi menyebut Hermawan Susanto diduga dengan sengaja mengucapkan kata-kata “Dari Poso nich, siap penggal kepala Jokowi, Jokowi siap lehernya kita penggal kepalanya demi Allah”.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.