Pengunjung Kebun Raya Bogor Anjlok, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Frannoto

    Pengunjung di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Bogor - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan kelangkaan lahan parkir menjadi penyebab jumlah pengunjung Kebun Raya Bogor anjlok. Jumlah pengunjung Pusat Konservasi Tumbuhan itu pada masa libur Lebaran 2019 turun dibandingkan pada 2018.

    Baca: Harapan Bupati Bogor: Kebun Raya Cibinong Saingi Kebun Raya Bogor

    "Pada libur Lebaran 2019, jumlah pengunjung harian tertinggi terjadi pada Sabtu atau H+3 Lebaran sebanyak 23.902 orang. Sedangkan pada tahun lalu, jumlah pengunjung mencapai 28.700 orang pada H+2 libur Lebaran," kata Manajer Humas dan Kerja Sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kawasan Bogor selaku pengelola PKT Kebun Raya Bogor, Ayi Doni Darussalam di Bogor, Senin 24 Juni 2019.

    Selain kunjungan pada H+3 Lebaran 2019, lanjut Doni, selama H+1 hingga H+4 Lebaran 2019 ini jumlah rata-rata pengunjung Kebun Raya Bogor mencapai 4.000 hingga 17.000 orang dalam sehari.

    "Kami perkirakan penurunan jumlah pengunjung itu karena mereka kesulitan mencari area parkir di luar Kebun Raya Bogor," kata Doni.

    Selama masa libur Lebaran 2019, lanjut Doni, pengelola melarang kendaraan pengunjung masuk ke dalam Kebun Raya Bogor. Pelarangan tersebut bertujuan untuk menjaga kenyamanan para pengunjung yang berada di dalam Kebun Raya Bogor.

    "Jumlah pengunjung pada libur Lebaran membludak dibandingkan hari biasa. Kendaraan-kendaraan yang melintas di dalam Kebun Raya Bogor akan mengganggu kenyamanan para pengunjung itu," katanya.

    Namun, larangan kendaraan untuk masuk Kebun Raya Bogor hanya bersifat situasional saat jumlah pengunjung membludak. "Pada Senin hingga Sabtu, selain masa libur Lebaran, mobil pengunjung diperbolehkan masuk dan berkeliling Kebun Raya Bogor di jalur yang tersedia," ujar Doni.

    Pengelola Kebun Raya Bogor mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan kendaraan umum jika akan berkunjung ke kawasan yang punya koleksi 12.141 spesimen dari 1.202 jenis tanaman itu pada masa libur Lebaran.

    Selain lahan parkir yang minim di luar Kebun Raya Bogor, variasi tempat liburan di Bogor yang semakin banyak dan beragam juga menjadi penyebab penurunan jumlah pengunjung pada masa libur Lebaran 2019 dibandingkan periode yang sama pada 2018.

    "Meski begitu, kami optimistis Kebun Raya Bogor akan tetap menjadi tujuan wisata favorit di Bogor karena ragam koleksi tanaman dan kesejukan di dalamnya," kata Doni.

    Kebun Raya Bogor yang didirikan pada 18 Mei 1817 di bawah pimpinan Profesor Caspar George Carl Reinwardt tersebut semula menjadi pusat penelitian tanaman yang hanya memiliki nilai ekonomi bagi pemerintah kolonial Belanda.

    Baca: Kebun Raya Bogor Makin Ramah, Bakal Dilengkapi Wifi Publik

    Kebun Raya Bogor menjadi pusat penelitian dan konservasi beragam tanaman dan  merupakan kebun botani terbaik keenam di dunia, serta terbaik di Asia Tenggara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi