Melawan Polisi, Pelaku Curanmor Asal Lampung Tewas Ditembak

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian sepeda motor. bennetts.co.uk

    Ilustrasi pencurian sepeda motor. bennetts.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Subdirektorat 3 Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menembak mati seorang pelaku pencurian motor atau curanmor berinisial J alias Adi, 25 tahun. Ia kerap beraksi menggunakan senjata api rakitan dan senjata tajam berupa sebilah badik.

    “Tersangka menembakan tiga butir peluru ke arah petugas, tapi mengenai tembok. Karena jiwa para penyidik terancam, akhirnya petugas melakukan tembakan juga dan mengenai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 4 Juli 2019.

    Baca: Polisi Gulung Dua Kelompok Curanmor, Tembak Mati Dua Orang

    Argo mengatakan penangkapan pelaku J berawal dari adanya laporan seorang warga berinisial WS yang kehilangan sepeda motornya pada Ahad, 30 Juni 2019. Sepeda motor WS hilang saat diparkir di depan rumahnya di Jalan Pemuda Kampung Pulo RT 001 RW 010 Cipayung, Kota Depok sekitar pukul 14.00 WIB. Padahal motor tersebut telah diparkir menggunakan kunci ganda.

    Setelah mendapatkan laporan, Unit 2 Subdit 3 Resmob segera membentuk tim untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Argo menyebut, berdasarkan keterangan saksi dan identifikasi yang dilakukan, tim mengetahui bahwa kedua pelaku pencurian itu termasuk dalam target pencarian orang polisi karena sering melakukan curanmor.

    “Ternyata tersangka sudah jadi target polisi karena sudah sering melakukan pencurian. Tersangka juga termasuk tersangka yang licin, karena setiap dilakukan penyelidikan, dia mengerti dan berupaya mensiasati lepas dari pantauan penyidik,” ujar Argo.

    Baca: Komplotan Pencuri Motor Diringkus, Satu Orang Tewas Ditembak

    Selain J alias Adi, polisi mengidentifikasi pelaku bernama Andi. Ia sudah masuk dalam DPO karena kerap lolos saat akan ditangkap.

    Pada Rabu, 3 Juli lalu, penyidik membuntuti pelaku hingga ke kontrakannya di willayah Depok. Argo mengatakan pelaku J menyadari ada petugas kepolisian yang membuntutinya. Sehingga saat akan dilakukan penangkapan, sempat terjadi baku tembak antara J dan petugas kepolisian. J meninggal setelah terkena tembakan petugas. Sementara pelaku Andi berhasil melarikan diri.

    “Kemudian penyidik berangkat ke TKP kedua, yaitu tersangka Andi. Dia tahu temannya sudah ditangkap polisi. Saat mau ditangkap dia juga menembak petugas. Dia lari dan sempat kena tembak oleh petugas,” kata Argo.

    Argo mengatakan Andi yang masih buron berasal dari Lampung Timur. Menurut dia, saat pulang ke kampung halamannya, Andi akan mengajak temannya ke Jakarta dengan alasan kerja. “Padahal (diajak ke Jakarta) untuk mencuri. Jadi dia bawa teman dari kampungnya, temannya tertangkap, dia lari,” ujarnya.

    Saat ini, kata Argo, polisi telah menyebarkan foto dan daftar pencarian orang terhadap Andi. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika melihat atau menemukan Andi. Sebab, Argo menegaskan Andi merupakan pelaku curanmor yang dianggap berbahaya karena membawa senjata api.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.