WN Malaysia Pelaku Perampokan Toko Emas Balaraja Residivis

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif saat menjelaskan pengungkapan perampokan toko emas Balaraja yang di dalangi dua warga Malaysia, Kamis, 11 Juli 2019. TEMPO/Joniansyah

    Kapolres Kota Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif saat menjelaskan pengungkapan perampokan toko emas Balaraja yang di dalangi dua warga Malaysia, Kamis, 11 Juli 2019. TEMPO/Joniansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Komisaris Besar Sabilul Alif mengatakan Muhammad Nur Iskandar, 24 tahun, salah satu warga Malaysia yang menjadi pelaku perampokan toko emas Balaraja adalah residivis kasus perampokan di Malaysia.

    "MNI pernah ditahan polisi Malaysia karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia kemudian menjalani hukuman penjara dan bebas pada 3 Juni 2019," kata Sabilul, Kamis, 11 Juli 2019.

    Baca: Pelaku Perampokan Toko Emas Balaraja Ditangkap, Dua WN Malaysia

    Adapun Muhammad Nazri Fadzil Rahman, 26 tahun, tersangka lainnya berasal dari keluarga berkecukupan. "Namun dia memiliki keinginan untuk memiliki uang dari hasil kerja atau keringatnya sendiri," kata Sabilul.

    Baca: Jejak Kejahatan 2 Warga Malaysia Pelaku Perampokan Toko Emas

    Sabilul mengatakan Nazri meminta restu kepada orang tuanya untuk bekerja ke Jepang. Orangtuanya mengizinkan dan bahkan memberinya biaya sekitar 10.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 30 juta. "Namun karena merasa uang itu tidak cukup MNFR mengajak rekannya untuk melakukan perampokan toko emas di Indonesia," ujarnya.

    Di Indonesia, dua warga negeri Jiran ini melakukan dua aksi perampokan dalam dua hari yaitu, SPBU dan toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang pada 14 dan 15 Juni 2019. Keduanya kemudian kembali ke negaranya. Dalam perampokan toko emas, dua pelaku itu menggasak sekitar 1,8 kilogram emas bernilai lebih dari Rp 1,5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.