Jawaban Ahok Soal Diminta Warganet Jadi Ketua KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berlibur di Bali mengendarai VW Safari awal 2019 (YouTube)

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berlibur di Bali mengendarai VW Safari awal 2019 (YouTube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok enggan berkomentar soal permintaan masyarakat yang menginginkannya menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau masuk dalam kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ahok mendadak irit bicara menanggapi keinginan masyarakat itu.

    "Enggak komentar lah sejauh urusan pemerintah," ujar Ahok saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Juli 2019.

    Melalui akun Twitter milik Ahok @basuki_btp, sejumlah warganet menyampaikan keinginannya agar Ahok bisa kembali ke pemerintahan. "Saya dukung penuh kalau jadi pimpinan #KPK," seperti yang ditulis akun @NurRoso9. Atau seperti yang ditulis akun @MARCIAA2002, "Ayolah pak jadi Ketua @KPK_RI libas semua yang korupsi kami rakyat Indonesia slalu mendukung bapak."

    Selain meminta Ahok untuk kembali ke pemerintahan, ada pula masyarakat yang menyatakan kerinduannya terhadap gaya kepemimpinan Ahok. Bahkan, ada seseorang yang mengaku pengagum Ahok asal Nusa Tenggara Timur, yakni @absalomlau dan memberi nama anaknya dari nama Ahok.

    "Saya dari NTT fans terberat sampai anak saya kasi nama Airille Jonathan Basuki Lau (Ahok Lau) TTL. Kupang, 17 Agustus 2017 ...harapan saya semoga Tuhan bisa pertemukan saya dengan bapak..," cuit akun tersebut sambil menyertakan beberapa foto sang buah hati.

    Sejak bebas dari rumah tahanan Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 24 Januari 2019, Ahok kembali aktif di masyarakat. Ia kerap membagikan pikirannya melalui media sosial miliknya. Bahkan, Ahok kini telah memiliki akun YouTube Panggil Saya BTP yang pelanggan atau subscriber-nya telah mencapai 970 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.