Semena-Mena Saat Amankan Demonstran, Polisi Pukul Wartawan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengaman sejumlah orang yang diduga akan melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI saat Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan, Jumat 17 Agustus 2019.

    Polisi mengaman sejumlah orang yang diduga akan melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI saat Presiden Joko Widodo membacakan pidato kenegaraan, Jumat 17 Agustus 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tindakan semena-mena ditunjukkan oleh aparat kepolisian saat mengaman sejumlah orang yang diduga akan melakukan demonstrasi saat pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo di Gedung Parlemen pada Jumat siang, 16 Agustus 2019. Tak hanya demonstran, tindakan arogan aparat juga ditunjukkan terhadap sejumlah wartawan yang meliput pengamanan tersebut.

    Berdasarkan laporan Antara, Polisi mengamankan beberapa orang berkaos hitam yang berkumpul di depan gedung TVRI yang diduga akan melakukan demonstrasi saat pidato kenegaraan. Polisi pun menggeledah ponsel milik orang tersebut secara paksa.

    "Ini privasi pak, kenapa dengan ponsel saya?," kata orang yang diperiksa oleh polisi.

    Orang tersebut berkelompok bersama lima orang lainnya menggunakan pakaian hitam celana jeans hitam. Kemudian, polisi mengamankan paksa orang tersebut ke kendaraan tahanan milik Polda Metro Jaya.

    Saat media meliput kejadian tersebut beberapa polisi meminta untuk wartawan tidak mengambil gambar. "Woy, jangan foto-foto kamu," kata seorang polisi.

    Seorang jurnalis stasiun televisi SCTV bahkan sempat mendapatkan kekerasan secara fisik. Saat merekam video menggunakan ponselnya, dia di pukul oleh personel polisi sehingga terpental jatuh di depan Stasiun TVRI.

    Begitu pula dengan jurnalis dari Vivanews, saat merekam polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa buruh menggunakan ponselnya.

    Ketika mengambil video, tiba-tiba seorang anggota meminta video atau foto untuk dihapus, kalau tidak akan dibawa ke mobil. Padahal, Ia sudah menjelaskan dia adalah wartawan.

    "Hapus video tadi, kalau enggak saya bawa ke mobil," kata Jurnalis Viva yang menirukan anggota polisi berbaju putih dengan emosi.

    Kemudian, Wartawan Foto Bisnis Indonesia, Nurul Hidayat pun mendapatkan perlakukan yang sama, ketika sedang mengabadikan para buruh yang diamankan ke dalam mobil tahanan oleh polisi, namun foto tersebut diminta polisi untuk dihapus.

    "Ketika motret para buruh yang dibawa masuk ke mobil tahanan, tiba tiba petugas ada yang turun suruh hapus foto tersebut. Sempat adu mulut, saya mempertahankan foto, sampai akhirnya temannya datang. Dia bilang saya bawa juga," katanya.

    Wartawan foto dari Jawa Pos, Miftahul pun mendapatkan perlakukan yang lebih parah dari anggota polisi ketika mengabadikan para demonstran yang dibawa masuk ke dalam mobil tahanan di depan gedung TVRI.

    "Saya ditarik bajunya, dihapus fotonya," kata Miftah.

    Hari ini, pengamanan di sekitar Komplek DPR RI memang diperketat. Pasalnya, Presiden Jokowi berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2019 pada pagi tadi.

    Selanjutnya, pada pukul 10.30 WIB, Presiden menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Sore nanti Jokowi rencananya kembali berpidato dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang APBN Tahun Anggaran 2020 beserta Nota Keuangannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.