Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Polisi Periksa Bidan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto. Tempo/Adam Prireza

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan pihaknya tengah mememeriksa bidan dan apoteker Puskesmas Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, yang memberikan obat kedaluwarsa kepada wanita hamil bernama N, 21 tahun.

    Bidan yang identitasnya tak diungkapkan oleh Budhi itu memberikan resep kepada Novi yang kemudian ditebus di apotek puskesmas tersebut. “Bidan itu yang memeriksa kandungan korban secara rutin,” ujar Novi di Polda Metro Jaya, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Menurut Budhi, dalam pemeriksaan sebelumnya, apoteker mengaku lalai sehingga memberikan obat yang sudah kedaluwarsa kepada N. Meski begitu, kata dia, penyidik tak ingin terburu-buru menetapkan tersangka dalam kasus ini.

    “Kami masih melakukan pendalaman. Kalau memang itu patut dan diduga kuat ada pelanggaran pidana tentu kami proses,” ujar Budhi.

    Selain itu, Budhi mengatakan, polisi tengah meminta keterangan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak, Kosambi, Tangerang. Pihak puskesmas merujuk N ke RS tersebut setelah mengeluh akibat mengonsumsi obat kedaluwarsa.

    Hal itu ditujukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari obat yang N konsumsi terhadap kandungannya.

    N datang ke Puskesmas Kamal Muara pada 13 Agustus 2019 untuk melakukan pemeriksaan kandungan dengan keluhan mual dan tidak selera makan.

    Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan puskesmas, N mendapatkan resep untuk mengurangi keluhan yang dirasakan, di antaranya Vitamin B6, B12, Asam Folat dan Kalsium.

    Pihak keluarga mengetahui bahwa salah satu suplemen, yakni Vitamin B6 telah kedaluwarsa satu hari setelah diperiksa di Puskesmas.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kasusnya sedang ditangani polisi dan Dinas Kesehatanmeminta. Anies meminta kejadian pemberian obat kedaluwarsa tidak terulang. "Semua kegiatan pelayanan harus dilakukan secara profesional," kata Anies, Kamis, 22 Agustus 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe