Gigitan Anjing Bima Aryo Tewaskan PRT, Ini Kesaksian Warga

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Aryo dan anjing Belgian Malinoisnya, Sparta. Instagram

    Bima Aryo dan anjing Belgian Malinoisnya, Sparta. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Anjing jenis Belgian Malinois milik presenter Bima Aryo membuat heboh setelah menggigit Yayan, pembantu rumah tangga (PRT) di kediamannya, pada Jumat pekan lalu. Warga sekitar kediaman Bima di Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, mengaku anjing tersebut memang kerap meresahkan warga.

    Medih, Ketua RT kediaman Bima menyatakan bahwa kejadian penyerangan oleh peliharaan Bima itu bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa bulan lalu, salah satu dari dua anjing tersebut pernah terlepas hingga masuk ke lingkungan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang membuat puluhan siswa ketakutan.

    "Kejadiannya pada pertengahan 2019. Pernah lepas dan kabur ke TPA di Masjid Jami Annur," ujarnya saat ditemui, Selasa 3 September 2019.

    Masjid Jami Annur berjarak selemparan batu dari kediaman Bimo Aryo di RT04 RW04 nomor 41. Pada lantai dua bangunan masjid memang terdapat aktivitas belajar mengajar agama Islam yang rutin diikuti sekitar 50-an siswa anak-anak dari lingkungan setempat.

    Anwar, salah satu tetangga Bima, mengamini pernyataan Medih. Dia mengatakan bahwa peristiwa itu cukup meresahkan warga. Mereka pun meminta Bima untuk segera mengandangkan peliharaannya itu.

    "Saat itu ada anak-anak juga yang lagi belajar, tapi segera kami minta pemiliknya untuk diamankan," katanya.

    Dia menyatakan Bima memiliki dua anjing jenis Malinois Belgian yang diberi nama Sparta dan Doby. Menurut dia, salah satu dari dua anjing itu sudah tiga kali menyerang warga pada tahun ini.

    "Pernah juga seorang tukang tebang pohon di rumahnya diserang. Tapi tidak sampai meninggal. Ada juga ibu-ibu yang pernah diserang," katanya.

    Menurut dia, jamaah Masjid Jami Annur juga kerap mengeluhkan suara gonggongan anjing milik Bima Aryo itu. Dia menilai Sparta dan Doby kerap menggongong saat jamaah sedang melakukan ibadah sehingga mengganggu kekhusyukan shalat.

    "Suara (anjing) suka berisik, namanya binatang tidak ngerti adat," katanya.

    Atas rangkaian keresahan itu, Medih bersama sekitar 110 warganya menandatangani surat permintaan evakuasi anjing dari rumah Bima.

    "Kami sempat demo pada Ahad (1 September 2019) dan membuat surat permintaan resmi ke dinas terkait. Alhamdulillah pagi tadi berhasil dievakuasi," kata Medih.

    Satu dari dua anjing Bima Aryo tersebut diketahui menyerang Yayan pada Jumat 30 Agustus 2019. Saat itu Yayan yang sedang mengeluarkan anjingnya digigit di bagian leher, ketiak serta bagian perutnya penuh luka cakaran.

    Akibat peristiwa itu, Yayan yang sempat dilarikan ke rumah sakit pun tewas. Pihak keluarga Yayan sendiri tak mengajukan tuntutan atau membuat laporan ke polisi. Meskipun demikian, Kapolsek Cipayung Komisaris Abdul Rasyid menyatakan bahwa pihaknya tetap mengusut kasus penyerangan anjing terhadap manusia ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.