Anies Baswedan Tampung Suara Warga Eks Industri Arang Cilincing

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas membongkar pabrik arang dalam penertiban di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 19 September 2019. Pemkot setempat menutup 23 pabrik arang ilegal yang dinilai menjadi penyebab polusi udara bagi warga di sekitarnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah petugas membongkar pabrik arang dalam penertiban di Jalan Inspeksi Cakung Drain, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis 19 September 2019. Pemkot setempat menutup 23 pabrik arang ilegal yang dinilai menjadi penyebab polusi udara bagi warga di sekitarnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan siap mendengarkan aspirasi warga yang bekerja di bekas industri arang batok di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

    "Nanti kita akan panggil Cilincing saja, kita liat mereka aspirasinya apa? Potensinya apa, kegiatan apa nanti kita lihat," kata Anies Baswedan usai peresmian JakGrosir di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, Ahad, 22 September 2019.

    Sebelumnya sejumlah warga yang bekerja di usaha pembakaran arang meminta perlindungan dari Gubernur Anies terhadap nasib mereka setelah tempat usaha mereka dibongkar dan tidak boleh lagi beroperasi.

    Anies mengatakan boleh saja warga menyampaikan aspirasinya setelah tempat usaha mereka dibongkar. "Yang terpenting jangan ada yang melanggar, ketika melanggar tindakan pidana. Kalau tindakan pidana ada konsekuensinya," kata ujarnya.

    Menurut Anies, dirinya sudah menyampaikan berkali-kali warga yang tinggal di tempat yang tidak semestinya dapat melapor kepada petugas setempat.

    "Ini yang sering saya sampaikan berkali-kali, kalau tinggal di sebuah tempat yang kita tau melanggar ya lapor jangan didiamkan," kata Anies.

    Beberapa kejadian tersebut seperti terjadi belum lama, penutupan tempat yang ada peredaran narkobanya, tetapi warga yang tinggal di kawasan tersebut hanya diam atau cuek saja.

    Menurut dia, warga baru melapor setelah tempat tinggalnya akan ditutup. Mereka mengadukan bagaimana tempat usahanya atau pekerjanya. "Ketika tempatnya ditutup baru mereka bilang 'pak bagaimana dengan pekerjaan kami'. Kalau dari awal mencari tempat lain yang tidak memiliki masalah legal," demikian Anies terkait penyegelan industri arang yang disinyalir menimbulkan polusi udara tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.