Pembunuhan di Bojonggede, Polisi: Diduga Berlatar Dendam Pribadi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

    TEMPO.CO, Bogor – Seorang pria paruh baya, Syamsudin alias Udin (54) diduga menjadi korban pembunuhan di Bojonggede pada Jumat dinihari, 27 September 2019. Jasadnya ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya di Desa Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

    Saksi mata penemuan mayat korban pembunuhan  itu, Iwan Saripudin (40) mengatakan, saat ditemukan tubuh pamannya itu penuh luka tusukan.

    "Luka di pinggang, dada, dan belakang leher, seperti luka tusukan,” kata Iwan kepada Tempo, Jumat 27 September 2019.

    Iwan mengatakan, korban ditemukan sekitar pukul 03.30 dini hari. Saat itu ibu Iwan, yang tinggal samping rumah korban, melapor kepada dirinya. “Ibu saya bilang korban sudah tergeletak berececeran darah,” kata Iwan.

    Kapolsek Bojonggede Komisaris Supriyadi mengatakan, korban Syamsudin diduga kuat adalah korban pembunuhan. Polisi mendapati luka tak wajar pada sekujur tubuh korban.

    “Seperti luka tusuk. Untuk memastikannya kita bawa korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” kata Supriyadi saat dikonfirmasi Tempo, Jumat 27 September 2019.

    Supriyadi mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara atau TKP, pihaknya memastikan tidak ada barang berharga korban yang hilang. Dugaan sementara, kasus ini dilatarbelakangi dendam pribadi.

    “Motifnya apa belum bisa kita simpulkan, karena kami masih harus mencari petunjuk yang ada di TKP. Kami juga masih menggali keterangan saksi-saksi, namun memang tidak ada barang korban yang hilang.” Kata dia.

    Guna penyelidikan lebih lanjut, kasus dugaan pembunuhan di Bojonggede itu telah dilimpahkan ke Polresta Depok.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.