Istri Sewa Pembunuh Bayaran, Polisi Ungkap Motif Lain Sang Sopir

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan tersangka kasus percobaan pembunuhan terhadap VT yakni YL dan BHS saat melakukan rekonstruksi di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 3 Oktober 2019. YL adalah istri sedang BHS sopir pribadi korban, mereka menyewa pembunuh bayaran. Tempo/M Yusuf Manurung

    Pasangan tersangka kasus percobaan pembunuhan terhadap VT yakni YL dan BHS saat melakukan rekonstruksi di Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 3 Oktober 2019. YL adalah istri sedang BHS sopir pribadi korban, mereka menyewa pembunuh bayaran. Tempo/M Yusuf Manurung

    "Emang gampang dapatnya?," jawab YL. "Entar aku cari," BHS menawarkan jasanya. "Kalau ketahuan bagaimana?," YL bertanya. "Gampang itu," BHS menimpali.

    Adegan berikutnya adalah YL dan BHS bersepakat membunuh VT dengan sianida. BHS meminta uang Rp 30 juta kepada YL untuk membeli racun tersebut. YL lantas mencuri kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari dompet suaminya dan diserahkan kepada BHS.

    BHS lalu menarik uang dari ATM tersebut sebesar 3 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 30,7 juta. Namun, dia hanya menggunakan Rp 240 ribu untuk membeli sianida secara daring. Sisa uang disimpan BHS sendiri.

    Setelah mendapatkan sianida, BHS meraciknya dalam minuman. Namun, YL tidak berani untuk memberikan minuman beracun itu kepada suaminya. Rekonstruksi pada Kamis, 3 Oktober 2019, berakhir di adegan ini.

    Budhi mengungkap, pasca gagal dengan sianida, BHS dan YL lantas memutuskan untuk menyewa pembunuh bayaran berinisial BK untuk membunuh VT. Rencana yang kedua benar dieksekusi pada Jumat malam, 13 September 2019. Beruntung, VT berhasil selamat meski menderita luka tusuk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.