Hari Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis mengenakan masker saat aksi kawal sidang gugatan perdana polusi udara Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019. Sebelumnya sebanyak 31 orang  mengajukan gugatan warga negara alias citizen lawsuit (CLS) tentang polusi udara Jakarta pada Kamis, 4 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Aktivis mengenakan masker saat aksi kawal sidang gugatan perdana polusi udara Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019. Sebelumnya sebanyak 31 orang mengajukan gugatan warga negara alias citizen lawsuit (CLS) tentang polusi udara Jakarta pada Kamis, 4 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - DKI Jakarta kembali menempati peringkat kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Jumat pagi, 4 Oktober 2019. Peringkat kualitas udara Jakarta ini naik dari hari sebelumnya di peringkat keempat.

    Berdasarkan data dari laman AirVisual.com pada pukul 06.27 WIB, kualitas udara ibu kota saat ini mencapai angka 187 berdasarkan AQI atau indeks kualitas udara dengan status udara tidak sehat. Peringkat tersebut setara dengan nilai polutan sebesar 125 µg/m³ dengan perimeter PM 2.5.

    Kualitas udara terburuk pertama ditempati oleh kota Hanoi di Vietnam dengan nilai cukup tinggi, yakni 204 berdasarkan AQI atau setara dengan PM 2.5 sebesar 153,8 µg/m³.

    Pada posisi ketiga ditempati oleh Kota Kuwait di Kuwait dengan status udara tidak sehat. Dubai memiliki kualitas udara dengan indeks 158 berdasarkan AQI atau setara dengan PM 2.5 sebesar 68,4 µg/m³. Di posisi keempat Kota Kuala Lumpur di Malaysia memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI sebesar 158 atau setara PM2.5 sebesar 69,4 µg/m³.

    Di posisi kelima Kota Astana di Kazakhstan memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI setingkat di bawah Malaysia, yakni sebesar 157 atau setara PM2.5 sebesar 67 µg/m³.

    Kelima negara tersebut memiliki status udara tidak sehat dan masyarakat lebih disarankan untuk beraktivitas di dalam ruangan. Jika masyarakat ingin beraktivitas di luar ruangan, pemakaian masker dianjurkan agar tidak terpapar partikel halus udara yang berbahaya bagi kesehatan saluran pernafasan.

    Sejak Agustus 2019, masyarakat Jakarta harus menghirup udara dengan kualitas udara buruk berdasarkan laporan kualitas udara di situs AirVisual.com.

    Buruknya kualitas udara Jakarta telah dibawa ke meja hijau oleh kelompok masyarakat bernama Ibu Kota yang menggugat tujuh pejabat di Indonesia. Dua di antaranya adalah Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.