Ditusuk di Banten, Ini Alasan Wiranto ke Ponpes Mathla'ul Anwar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto berbincang dengan Ketua Badan Pelaksana Universitas Matlaul Anwar Irsyad Djuaeli saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di kampus terebut di Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. Menkopolhukam Wiranto meresmikan gedung baru sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa beberapa jam sebelum penusukan terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    Menko Polhukam Wiranto berbincang dengan Ketua Badan Pelaksana Universitas Matlaul Anwar Irsyad Djuaeli saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru di kampus terebut di Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. Menkopolhukam Wiranto meresmikan gedung baru sekaligus memberikan kuliah umum kepada mahasiswa beberapa jam sebelum penusukan terhadap dirinya. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Pandeglang - Bupati Pandeglang Irna Narulita mengecam penusukan Wiranto yang diduga dilakukan teroris JAD di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, kemarin.

    Menurut Irna, penyerangan itu sulit untuk diterima akal sehat apapun alasannya. “Saya sangat menyesalkan atas kejadian seperti ini, hal yang sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat,” kata Irna.

    Padahal kata Irna, kedatangan mantan Panglima TNI itu ke Pandeglang kemarin adalah untuk kepentingan dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang. “Beliau datang ke Pandeglang untuk meresmikan Gedung Kuliah Bersama Universitas Mathla’ul Anwar yang merupakan bantuan dari pemerintah melalui peran Wiranto,” katanya.

    Tidak hanya itu, kata Irna, masyarakat seharusnya bisa mengapresiasi terhadap kontribusi Menko Polhukam itu terhadap dunia pendidikan. Terlebih Wiranto merupakan Ketua Majelis Penasehat Mathla’ul Anwar sejak 25 tahun lalu. “Jadi saya mengapresiasi atas dedikasi beliau, banyak kontribusinya untuk dunia pendidikan di Pandeglang,” katanya.

    Sebagai bupati Pandeglang, Irna mengkhawatirkan penyerangan Wiranto dapat membawa efek buruk bagi daerahnya. “Saya atas nama Bupati Pandeglang, masyarakat Pandeglang, tentunya sangat khawatir dengan kejadian tersebut karena ini hajat kita untuk silaturahmi, dan beliau merupakan keluarga besar Mathla’ul Anwar sudah 25 tahun yang saya tahu,” katanya.

    WASIUL ULUM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.