Pro dan Kontra Sistem 2-1 Gantikan Buka Tutup Jalur Puncak

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi jalan di Jalur Puncak Bogor atau Cisarua pada Lebaran hari kedua, antrean panjang kendaraan terjadi sejak pintu tol Ciawi hingga simpang Gadog, Kamis 6 Juni 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    Kondisi jalan di Jalur Puncak Bogor atau Cisarua pada Lebaran hari kedua, antrean panjang kendaraan terjadi sejak pintu tol Ciawi hingga simpang Gadog, Kamis 6 Juni 2019. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Bogor - Sistem rekayasa lalu lintas 2-1 yang disiapkan sebagai pengganti sistem buka tutup di Jalur Puncak menuai pro dan kontra. Sistem baru rencananya akan mulai diuji coba per 27 Oktober 2019.

    Iman Sarkowi dari LSM Ikatan Komunitas Puncak Sekitarnya di antara yang mendukung perubahan kebijakan rekayasa lalu lintas di Jalur Puncak tersebut. Seperti diketahui sistem buka tutup atau satu arah telah diberlakukan selama 32 tahun. 

    Sistem 2-1 rencananya membagi jalan di Jalur Puncak menjadi tiga lajur yang memungkinkan kendaraan di kedua arah bisa tetap melaju bersama. Hanya, pada jam tertentu ada dua lajur yang mengarah ke Puncak dan pada jam yang lain dua lajur mengarah ke bawah (Ciawi). 

    Iman menilai sistem 2-1 cukup baik asalkan nantinya dilengkapi dengan crossing di titik-titik mulut gang. "Nah nanti yang dari Gadog (Ciawi) misalnya, mereka tidak harus naik dulu (ke Puncak) sampai ke putaran yang ditentukan, kan kasihan," katanya, Jumat 18 Oktober 2019.

    Iman menepis kekhawatiran perubahan dari sistem satu arah akan berdampak kepada terpukulnya para pedagang. Menurut dia, dampak itu tidak akan siginifikan. "Karena yang lainnya kan justru terganggu oleh kemacetan yang masih terjadi." 

    Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Sismanto, lebih memilih penyelesaian jalur Puncak II segera untuk solusi masalah kemacetan di Jalur Puncak. Selain menjadi akses alternatif bagi pengendara yang akan ke Cipanas, Cianjur dan Bandung, jalur itu diyakininya akan menggerakan ekonomi baru bagi masyarakat Bogor Timur. 

    "Di sana itu, maaf, masih tertinggal ya terutama ekonomi dan pendidikannya," kata Rudi. "Jadi jika pemerintah pusat meneruskan pembangunan Jalur Puncak II akan sangat membantu mereka."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.