Kabel Terbakar di Trotoar Cikini, Begini Penjelasan PLN

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba. ANTARA/Galih Pradipta

    Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Pemprov DKI Jakarta berencana merevitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Cikini Raya-Pramuka dan Jalan Kramat Raya-Salemba. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya memberi penjelasan terbakarnya jaringan kabel bawah tanah milik perusahaan yang terbakar di trotoar Cikini. Dugaan sementara, kabel mengalami luka.

    "Penyebab keluarnya api masih dalam penyelidikan indikasi awal karena kabel yg luka bisa terjadi karena vandalisme atau terkena pekerjaan lain," kata Senior Manager General Affairs PLN UID Jakarta Raya Tris Yanuarsyah dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 3 November 2019.

    Informasi percikan api di trotoar Cikini tersebar melalui akun Instagram @jktinfo yang berasal dari laporan warganet yang melintasi daerah itu. Percikan itu menyebabkan asap membubung dari lubang masuk saluran jaringan kabel bawah tanah di trotoar Cikini dan menghasilkan bunyi seperti petasan.

    Saat ini, kata Tris, petugas PLN sedang mengganti 25 meter kabel listrik tegangan rendah bawah tanah dan akan memasang pipa pelindung kabel.

    Akibat kejadian terbakarnya kabel itu, sempat terjadi pemadaman listrik. Namun PLN menyatakan bisa segera mengatasinya dengan menggunakan jalur listrik lain bagi pelanggan yang terdampak dari kejadian itu.

    Tris mengatakan jaringan kabel yang diduga menjadi sumber percikan api telah beroperasi sejak September 2019 dan sudah selesai ditanam di jalur bawah tanah. Petugas PLN masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.