Bantah Hina Nabi Muhammad, Sukmawati Bicara Konteks Kemerdekaan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri mantan Presiden RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat peringatan Hari Lahir 112 Tahun Bung Karno di Gedung Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi, Jakarta, (6/6). TEMPO/Dasril Roszandi

    Putri mantan Presiden RI Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri memimpin menyanyikan lagu Indonesia Raya saat peringatan Hari Lahir 112 Tahun Bung Karno di Gedung Perintis Kemerdekaan, Tugu Proklamasi, Jakarta, (6/6). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta -Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri membantah berniat menista Nabi Muhammad SAW.

    Sukmawati, salah satu putri Presiden RI pertama Sukarno itu mengatakan, ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan ayahnya itu dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    "Saya kan hanya bertanya. Konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?," ujar Sukmawati kepada Tempo pada Sabtu, 16 November 2019.

    Sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh warga bernama Ratih Puspa Nusanti yang merupakan salah anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi) karena dianggap melakukan penistaan agama dengan menista Nabi Muhammad SAW karena membandingkan dengan Ir. Sukarno atau Bung Karno. Sukmawati disangkakan dengan Pasal 156a KUHP.

    Sukmawati berujar, ucapan yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Sukarno itu disampaikannya dalam forum bertema 'Bangkitkan Nasionalisme, Bersama Kita Tangkal Radikalisme, dan Berantas Terorisme". Acara digelar di gedung Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019 lalu.

    Dia mengaku bercerita tentang sejarah awal abad ke-10 di mana nasionalisme mulai berkembang di tanah air. Dia mengaku menyampaikan perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan Indonesia. Tujuannya, kata dia, untuk menguji pengetahuan sejarah peserta forum, khususnya kepada generasi muda.

    "Siapa yang berjuang, ya pastinya di abad ke-20, nabi kan sudah gak ada," demikian Sukmawati.

    Di dalam video yang beredar, Sukmawati juga membandingkan kitab suci Al Quran dan Pancasila. Ia mengatakan, perbandingan itu bukan berasal dari dirinya sendiri melainkan informasi yang didapat ketika seseorang ingin direkrut dalam kelompok radikalisme.

    "Bahwa saya dapat info. Bahwa ada cara merekrut calon radikalis atau teroris, ada pertanyaan begitu," kata dia.

    Tempo menemukan salah satu video yang menunjukkan Sukmawati melakukan perbandingan itu.

    Video tersebut lantas dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal Korlabi, Novel Bamukmin bahwa isinya mengandung ucapan Sukmawati yang dipermasalahkan karena diduga tindakan penistaan agama.

    Berikut cuplikan ucapan Sukmawati yang berbuntut pelaporan ke Polda Metro Jaya: "Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad apa insinyur Soekarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.