Jakarta Kemarin: Tilang Jalur Sepeda Hingga Penipuan Online

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan puluhan WNA Cina saat dilakukan penggerebekan terhadap sindikat pelaku penipuan di Perumahan Mega Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Polda Metro Jaya menggerebek puluhan WNA asal Cina yang diduga merupakan sindikat pelaku penipuan. TEMPO/M Yusuf Manurung

    Polisi mengamankan puluhan WNA Cina saat dilakukan penggerebekan terhadap sindikat pelaku penipuan di Perumahan Mega Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Polda Metro Jaya menggerebek puluhan WNA asal Cina yang diduga merupakan sindikat pelaku penipuan. TEMPO/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Beragam peristiwa di wilayah Jakarta terjadi pada Senin, 25 November 2019, mulai dari hari perdana penjatuhan sanksi jalur sepeda, tersangka baru dalam kasus pembobolan Bank DKI, bocah penderita pengeriputan otak, rencana Jakpro garap Taman Ismail Marzuki, hingga sindikat penipuan internasional.

    Berikut rangkuman berita metropolitan yang disajikan oleh LKBN ANTARA.

    1. Hari pertama tilang jalur sepeda, polisi catat 66 pelanggaran

    Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat 66 kendaraan yang dikenai sanksi tilang lantaran melanggar lajur khusus sepeda di Jakarta, Senin.

    2. Polisi tetapkan 41 tersangka dalam kasus pembobolan ATM Bank DKI

    Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menetapkan 41 orang sebagai tersangka dalam kasus pembobolan ATM Bank DKI.

    3. Anak buruh cuci alami pengeriputan otak di Pejaten Timur Jaksel

    Panggah Jalu Panawe, 14 tahun, anak dari seorang buruh cuci, terkapar kaku tak bisa bicara di dalam rumahnya di Jalan Swadaya I Gang Langgar II RT 07 RW 10, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan karena menderita pengeriputan otak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.