Gaduh Revitalisasi TIM, Komisi B: Jakpro dan Seniman Diskusi Lagi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi pembangunan hotel atau Wisma TIM di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, 26 November 2019. Pembangunan hotel menjadi bagian dari rencana revitalisasi kawasan TIM yang ditargetkan rampung pada 2021. Tempo/Imam Hamdi

    Lokasi pembangunan hotel atau Wisma TIM di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, 26 November 2019. Pembangunan hotel menjadi bagian dari rencana revitalisasi kawasan TIM yang ditargetkan rampung pada 2021. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga menyarankan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro sebagai pengelola dan penanggung jawab revitalisasi TIM (Taman Ismail Marzuki) untuk berdiskusi kembali dengan para seniman penolak pembangunan hotel standar kelas bintang empat di pusat kesenian itu.

    "Ini karena komunikasi, kan tidak mungkin kita bisa puaskan semua orang. Saya sudah bilang ke Jakpro, tolong bangun komunikasi kembali dan ajak para seniman. Bila perlu kami diundang,“ kata Pandapotan soal gaduh revitalisasi TIM, di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

    Saran itu disampaikan Pandapotan karena masih adanya seniman-seniman yang mengadu tidak setuju dengan pembangunan hotel sebagai fasilitas komersial dalam kawasan pusat kesenian itu.

    Menanggapi saran itu, pihak Jakpro pun mengatakan akan segera berdiskusi dengan para seniman dan menganggap saran dari komisi B sebagai evaluasi yang perlu diperbaiki.

    “Besok kita ketemu (dengan seniman). Kita akan terus tingkatkan komunikasi,” tutur Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Marwoto saat ditemui di kesempatan yang sama.

    Meski demikian, Dwi tidak menyebutkan siapa saja tokoh seniman yang akan ditemuinya pada esok hari untuk membahas revitalisasi TIM bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu.

    Sebelumnya diketahui para seniman TIM menolak adanya pembangunan hotel dalam revitalisasi kawasan pusat kesenian Jakarta TIM dan akan dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) itu.

    "Kami bukannya menolak revitalisasi TIM, yang kami tolak pembangunan hotelnya. Itu kan tidak sesuai dengan citra TIM sebagai art center," kata salah satu seniman TIM Arie F Batubara. Mereka menilai dengan adanya hotel yang direncanakan berbintang lima itu maka lambat laun orientasi kawasan budaya akan tergerus menjadi kawasan komersial.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.