Sosok Ciputra di Mata Agung Laksono: Ia Tak Hanya Mendulang Laba

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ir Ciputra. TEMPO/Nurdiansah

    Ir Ciputra. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengenal sosok Ir Ciputra sebagai pengusaha sekaligus inspirator. Agung berpendapat, semasa hidupnya Ciputra telah mencontohkan untuk menjadi pengusaha yang tak hanya ingin mendulang laba.

    "Menginsipirasi bahwa dunia usaha tidak saja untuk mencari keuntungan tapi bagaimana menyejahterahkan lingkungan," kata Agung usai melayat di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

    Karena itu, menurut dia, banyak kegiatan yang muncul dari pemikiran Ciputra baik di bidang kesenian dan kebudayaan, keagamaan, kesehatan, hingga pendidikan. Agung menganggap kesuksesan Ciputra melebarkan usahanya hingga ke luar negeri patut menjadi contoh bagi anak muda. Tujuannya agar anak muda siap menghadapi persaingan di dunia internasional.

    Agung mengenal Ciputra sewaktu aktif di Golkar DKI. Dia kemudian mengingat kembali memorinya saat sedang berbincang dengan Ciputra. "Beliau selalu mengatakan bahwa kita ini hidup tidak lama. Jadi harus dalam waktu yang singkat banyak berbuat," ucap mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009 ini.

    Agung menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Chairman dan Founder Ciputra Group itu. Ciputra meninggal dunia di Singapura pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Dia dikenal sebagai pelopor real estate di Indonesia.

    Adapun sejumlah proyek yang dikembangkan Ciputra, yaitu Taman Impian Jaya Ancol, Pondok Indah, Serpong, perumahan Kedoya Garden, Wesling Apartment, Perumahan Kembangan Baru, Green Court Residences, CREA Resort Office Bali, Bintaro, Ciputra World II dan sejumlah mal lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.