Libur Natal-Tahun Baru, Transjakarta Tambah Bus ke Lokasi Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berfoto selfie di depan bus Transjakarta saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 3 Januari 2016. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan warga Ibukota untuk pergi ke luar kota. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Warga berfoto selfie di depan bus Transjakarta saat berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 3 Januari 2016. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan warga Ibukota untuk pergi ke luar kota. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transportasi Jakarta akan menambah armada bus khusus Transjakarta untuk melayani destinasi kawasan wisata saat libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

    "Kan biasanya ada pengurangan armada saat libur, tapi di tempat wisata kita ada penambahan. Bus tingkat, biasanya pelanggannya puncaknya di hari libur," kata Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono di Balai Kota DKI, Kamis, 28 November 2019.

    Agung mengatakan beberapa jalur armada Transjakarta yang ditambah di antaranya destinasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kebun Binatang Ragunan dan Ancol.

    Selain menambah armada bus menuju destinasiwisata, Agung mengatakan Transjakarta akan menyediakan posko dengan petugas yang berjaga secara khusus. "Di posko ini nanti ada tim yang bukan operasional dari manajemen yang akan stand by dan jaga. Jaga gawang istilahnya. Mungkin saya juga turun," kata dia.

    Meski ada posko petugas tambahan, Agung mengatakan pelayanan Transjakarta di masing-masing halte tetap diadakan pada hari libur Natal dan Tahun Baru. "Kalau masalah jam kerja sebenarnya sama saja. Kita kan hari libur maupun tidak, tetap melayani," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.