Hadapi Arus Mudik, Ini Persiapan Tol Layang Jakarta - Cikampek

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat untuk pertama kalinya menjajal tol layang Japek II yang menghubungkan Cikunir dan Karawang Timur.

    Masyarakat untuk pertama kalinya menjajal tol layang Japek II yang menghubungkan Cikunir dan Karawang Timur.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga memastikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek siap digunakan untuk menyambut puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru 2020. Mereka menargetkan persiapan akhir selesai hari ini.

    General Manager Traffic PT Jasa Marga Jalan Layang Jakarta-Cikampek, Aprimon menyatakan bahwa pihaknya hari ini akan menyelesaikan perbaikan 26 titik sambungan jalan tol yang dikeluhkan pengendara karena dirasa bergelombang.

    "Dari 26 sambungan yang masih bergelombang, sebanyak 21 di antaranya sudah kita perbaiki, tinggal lima lagi, hari ini selesai," kata Aprimon di Bekasi, Kamis 19 Desember 2019.

    Proses perbaikan sambungan badan jalan tol dipastikan Aprimon tidak akan terjadi penutupan jalur.
    Mekanisme pengerjaan perbaikan dilakukan dengan menggunakan satu lajur kendaraan, sementara lajur lainnya masih bisa dilintasi pengendara.

    "Satu lajur dipakai perbaikan, sisa 1,5 lajur plus bahu bisa dilalui dua kendaraan. Selama perbaikan bisa dilintasi," katanya.

    Aprimon berharap aktivitas libur Natal dan Tahun Baru masyarakat yang melintasi Tol Layang Jakarta Cikampek tidak lagi terganggu getaran gelombang dari sambungan jalan tol.

    "Saat operasi Natal dan Tahun Baru sudah selesai semua," katanya.

    Sebelumnya Direktur Operasional Jasa Marga, Subakti Syukur, menyatakan bahwa puncak arus mudik Natal akan mulai terjadi pada Sabtu 21 Desember 2019. Sementara puncak arus mudik Tahun Baru 2020 akan terjadi pada Sabtu 28 Desember 2019.

    Jasa Marga memprediksi 911 ribu kendaraan akan meninggalkan Jakarta menuju arah Selatan melintasi jalan tol Jakarta - Cikampek pada arus mudik akhir tahun ini. Sementara puncak arus balik diprediksi akan terjadi sejak Rabu 1 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.