BMKG: Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang di Jakarta Hari Ini

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    Ilustrasi hujan petir di Jakarta. Dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca Jakarta hari ini berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang itu terjadi pada pagi hingga malam hari hampir di seluruh wilayah kota administrasi pada Senin, 6 Januari 2020.

    Berdasarkan informasi dari laman BMKG pada Senin pagi, hujan ringan diperkirakan terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara pada siang hari. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan disertai petir.

    BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca soal potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang pada wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat pada pagi hari. Selain itu potensi hujan dengan petir dan angin kencang juga berpotensi terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada sore hari.

    Hujan intensitas sedang diperkirakan akan tetap mengguyur hampir di seluruh wilayah DKI Jakarta pada malam hari.

    BMKG juga memperingatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah penyangga ibu kota seperti Tangerang Selatan, dan Kabupaten Lebak bagian selatan. Termasuk potensi gelombang tinggi di perairan selatan Banten dan Samudra Hindia selatan Banten.

    Menurut perkiraan cuaca BMKG, Kota Bogor mendapat peringatan dini cuaca terkait potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang hari hingga menjelang malam hari. Untuk Kota Bekasi dan Depok diperkirakan berawan hingga hujan ringan. Sedangkan Kota Tangerang diprediksi berawan dan cerah berawan dengan adanya kemungkinan hujan lokal pada siang hari dan dini hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.