Satpam Gagalkan Pencurian Motor di Perumahan TNI

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencurian sepeda motor. dailyrecord.co.uk

    Ilustrasi pencurian sepeda motor. dailyrecord.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang anggota satuan pengamanan (Satpam), Muslih, berhasil menggagalkan upaya pencurian sepeda motor di perumahan Angkatan Laut Jakarta Selatan. Pria berusia 47 tahun ini memergoki dua orang yang tengah beraksi di salah satu rumah. 

    Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Bastoni Purnama, mengatakan peristiwa terjadi pada Selasa, 14 Januari 2020 sekitar pukul 03.15 WIB. Upaya pencurian berada di komplek perumahan Angkatan Laut di Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

    Kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. "Korban awalnya melihat dua orang mencurigakan sedang membuka penutup motor di salah satu rumah warga," kata Bastoni.

    Korban pun langsung menghampiri kedua orang tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Melihat Muslih datang, pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran.

    Dengan sigap Muslih menendang motor pencuri untuk menghentikan laju kendaraan. "Saat kendaraan jatuh salah seorang tersangka langsung mengeluarkan golok dan langsung menyerang Muslih sehingga jari tangannya terluka," kata Bastoni.

    Usai melukai korban, para pelaku melarikan diri ke arah Pondok Indah, Jakarta Selatan dan meninggalkan sepeda motornya. Hingga saat ini polisi masih memburu dua pencuri tersebut.

    Polisi juga sudah mengolah tempat kejadian perkara, mengumpulkan saksi dan melakukan visum kepada korban sebagai barang bukti. "Kami masih mengejar para pelaku dan sudah periksa saksi-saksi serta melakukan visum kepada korban," kata Bastoni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.