Populi Cente Sebut Anies Baswedan Politisasi Banjir

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti kerja bakti pascabanjir di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2019. Warga Kelurahan Makasar menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada 2002, 2007, dan 2012. TEMPO/Yusuf Manurung

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengikuti kerja bakti pascabanjir di Kelurahan Makasar, Jakarta Timur, Ahad, 5 Januari 2019. Warga Kelurahan Makasar menyatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada 2002, 2007, dan 2012. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah menilai Gubernur DKI Anies Baswedan mempolitisasi bencana banjir untuk keperluan menaikkan elektabilitas ketimbang fokus berbicara konkret soal pengendalian banjir.

    Jefri pun menilai sikap Anies dengan tidak menyampaikan langkah rasional pengendalian banjir, misalnya pembuatan situ, waduk, atau tuntasnya pengerjaan naturalisasi yang digaungkannya.

    "Dia hanya sibuk menjawab keluhan netizen dan pernyataan yang menurut dia merugikan secara politis. Justru Anies sendiri yang mempolitisasi banjir itu sendiri," kata Jefri di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Ia menyoroti sejumlah pernyataan Anies kepada media saat mengunjungi kawasan terdampak banjir. Anies, kata Jefri, seperti anak kecil senang saat ada banjir, memerintahkan pihak kelurahan untuk berkeliling memberikan peringatan dini terjadinya banjir menggunakan toa pengeras suara.

    Menurut Jefri, seharusnya Anies memberi pernyataan yang lebih konkret, sol penanganan banjir seperti rencana akan membuat waduk atau memperbarui mesin pompa yang ada di Jakarta.

    Ia menilai kebijakan-kebijakan terdahulu yang dianggapnya berseberangan dengan kepentingan di kalangannya sendiri, akan sangat dihindari Anies. Menurut Jefri, ini demi menunjukkan citranya yang berbeda dari pemimpin lainnya di mata publik.

    "Anies justru terjebak dalam eksklusivitas populisme. Padahal (pemilihan presiden) 2024 masih jauh," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.