KCI: Layanan KRL Tertahan di Stasiun Manggarai Berangsur Normal

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian KRL Commuter Line melintas di samping proyek pembangunan double - double track (DDT) paket A di Jatinegara, Selasa, 25 Juni 2019. Pembangunan DDT paket A ini bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Rangkaian KRL Commuter Line melintas di samping proyek pembangunan double - double track (DDT) paket A di Jatinegara, Selasa, 25 Juni 2019. Pembangunan DDT paket A ini bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Layanan kereta rel listrik atau KRL yang sebelumnya sempat tertahan di Stasiun Manggarai pada pukul 13.54 WIB untuk lintas Bogor-Jakarta Kota, Bekasi-Jakarta Kota, Bogor-Jatinegara dan Cikarang-Jakarta Kota sudah berangsur beroperasi secara normal.

    "Petugas telah menyelesaikan perbaikan listrik aliran atas (LAA) di lokasi pada pukul 15.18 WIB," kata Vice President Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 16 Januari 2020.

    Lebih lanjut, saat ini kondisi di Stasiun Manggarai dalam proses penguraian antrian kereta akibat layanan tertahan selama kurang lebih satu jam 15 menit itu.

    "Untuk saat ini, KRL telah dapat melintasi Stasiun Manggarai kembali, namun demikian saat ini dalam proses mengurai antrian KRL pada lintas tersebut agar operasional KRL kembali normal sepenuhnya," kata Anne.

    Sebelumnya, layanan KRL yang dioperasikan oleh PT KCI sempat tertahan di Stasiun Manggarai karena perbaikan LAA di siang hari.

    Untuk perkembangan informasi KRL lebih lanjut, masyarakat dapat melihat media sosial Commuter Indonesia di Twitter dan Instagram @commuterline.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.