BPBD DKI Jakarta Klaim Toa Peringatan Banjir Berfungsi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menara DWS di Kantor Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Januari 2019. Tempo/Adam Prireza

    Menara DWS di Kantor Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Januari 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa warga di wilayah Kelurahan Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, mengatakan tak mendengar peringatan banjir dari tiang Disaster Warning System (DWS) pada 1 Januari 2020.

    Salah satu warga yang mengaku tak mengetahui peringatan itu ialah Nuriyah. "Kalau saya rasanya gak mendengar (peringatan dari DWS)," ujar perempuan berusia 43 tahun ini kepada Tempo, Kamis, 16 Januari 2020.

    Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhamad Insyaf, menegaskan kalau DWS yang terpasang di area Kantor Kelurahan Pengadegan berfungsi. Berdasarkan data yang diberikan BPBD, sistem mereka mencatat pengiriman informasi lewat DWS saat tinggi muka air di Bendung Katulampa siaga 3 atau waspada. "Menurut data di sistem kami menyala," tutur Insyaf.

    Selain pemberitahuan tentang tinggi air dan imbauan agar warga bersiap menyelamatkan dokumen penting, tutur dia, tiang DWS juga membunyikan sirine. BPBD juga mengirimkan SMS blast. Tempo melihat data yang membuktikan kalau SMS tersebut dikirimkan pada 1 Januari 2020 pukul 08.20 WIB.

    DWS merupakan sistem peringatan bencana berupa pengeras suara atau toa jarak jauh. Setiap DWS terdiri dari empat pengeras suara yang dipasang di satu tiang mengarah ke empat mata penjuru angin. Suara toa bisa terdengar hingga jarak 300 meter.

    Insyaf mengatakan memang ada kemungkinan warga tak mendengar peringatan dari DWS. Beberapa faktor, seperti derasnya hujan, kata dia, dapat menghambat warga mendengar informasi yang disampaikan oleh sistem tersebut.

    Tahun ini, BPBD DKI Jakarta berencana menambah alat peringatan dini banjir, yaitu Disaster Warning Sistyem (DWS) di enam kelurahan dengan anggaran Rp 4,03 miliar. Anggaran tersebut sudah masuk APBD tahun anggaran 2020. Insyaf sebelumnya mengatakan untuk tahun ini BPBD akan membangun DWS baru di enam kelurahan rawan banjir, yaitu di Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate, dan Marunda.

    Berdasarkan data apbd.dki.go.id, anggaran Rp 4,03 miliar tersebut terdiri dari pengadaan enam Stasiun Ekspansi Peringatan Dini Bencana Transmisi Vhf Radio dengan anggaran Rp 3,1 miliar. Enam set pole DWS seharga Rp 353 juta, enam set Modifikasi software telementary dan Warning Console dengan Amplifier 100W senilai Rp 416 juta.

    Lalu enam set Coaxial arrester DWS seharga Rp 14.124.172. Enam set Horn speaker 30 W senilai Rp 7.062.086, enam set Storage battery 20 Ah, 24V seharga Rp 70.618.918, dan enam set elemen antena yang dibanderol Rp 90.392.564.

    ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.