Videonya Sempat Viral, Ini Kronologi Kasus Begal Payudara

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Ilustrasi begal motor. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.COBekasi - Peristiwa begal payudara pada Rabu pagi lalu membuat heboh warga di Jalan Sedap Malam, Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Korbannya seorang ibu rumah tangga yang baru saja pulang belanja sayur sambil berjalan kaki.

    "Biasa ibu-ibu kalau pagi melakukan aktivitas belanja. Ada yang ke pasar, ke warung," kata pengurus RT setempat, Makmur, kepada wartawan pada Sabtu, 18 Januari 2020.

    Korban, kata Makmur, baru saja belanja sayur di depan gang perkampungan dan hendak pulang dengan berjalan kaki. Ia menyebut, tak ada indikasi sebelumnya bakal menjadi korban kejahatan asusila di jalan.

    "Setelah masuk ke gang ke arah rumahnya ada satu motor mengikuti, putra balik melakukan aksi tersebut," katanya.

    Makmur yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian sempat mendengar teriakan korban. Spontan, sebagai pimpinan lingkungan ia keluar untuk mengetahui peristiwa yang menimpa korban.

    "Kami konfirmasi ke keluarganya, dan keluarga meminta dilaporkan ke polisi," ucap Makmur.

    Kebetulan di lokasi tersebut ada CCTV yang merekam detik-detik kejadian tak senonoh itu. Karena itu, pihaknya segera memback-up file yang merekam peristiwa itu sebagai bukti pendukung laporan ke Polres Metro Bekasi Kota.

    "Lapornya malam, karena menunggu suaminya pulang kerja," ucap Makmur.

    Video detik-detik begal payudara ini viral di media sosial. Polisi lalu melakukan penyelidikan dan menangkap pelakunya, DH, 21 tahun pada Jumat malam atau tiga hari setelah kejadian. DH dibekuk tanpa perlawanan di sebuah warung pecel lele kawasan Perumahan Pondok Ungu Permai, tak jauh dari kediamannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.